This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 30 September 2026

Ali Nurdin Rayakan HUT Pertama Putri Tercinta, Celine, di GOR Panata Yudha


​
KARAWANG — Di bawah naungan atap GOR Panata Yudha, Karawang, sebuah momen penuh kehangatan dan rasa syukur terukir indah tepat hari ini, Rabu, 30 September 2026. Ketua DPC LSM GMPI (Gerakan Militan Pejuang Indonesia) Karawang Kota, Ali Nurdin, merayakan tonggak sejarah penting dalam hidupnya: hari ulang tahun pertama sang buah hati tercinta, Celine.
​Di tengah kesibukan dunia pergerakan dan dinamika sosial yang padat, Ali menanggalkan sejenak atribut organisasinya. Hari ini, ia hadir sepenuhnya sebagai seorang ayah—menatap sang putri kecil dengan mata berbinar, memancarkan cinta kasih yang murni tanpa syarat.
​Acara yang dikemas secara sederhana namun sarat makna ini berlangsung khidmat. Tanpa kemewahan yang berlebihan, suasana justru semakin meriah berkat limpahan doa tulus dari para kerabat, sahabat, dan rekan sejawat yang hadir membersamai langkah awal kehidupan Celine.
​Membuka Gerbang "Golden Age": Doa Seorang Ayah untuk Sang Buah Hati
​Menandai usia pertamanya hari ini, Ali merangkai doa dan harapan yang begitu mendalam bagi masa depan Celine. Bagi Ali, ulang tahun pertama ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, melainkan titik tolak masuk ke dalam fase paling krusial dalam tumbuh kembang anak.
​Dengan penuh kelembutan, Ali mengungkapkan harapan terbesarnya:
​"Usia anak pertama (biasanya merujuk pada masa balita hingga pra-sekolah, 0–6 tahun) adalah fase 'emas' (golden age) di mana fondasi karakter, fisik, dan kecerdasan anak dibentuk."
​Sebagai seorang ayah, Ali mendambakan agar setiap detik di masa golden age Celine tumbuh menjadi fondasi yang kokoh. Ia berharap putrinya tidak hanya dikaruniai kesehatan fisik yang optimal dan kecerdasan motorik-kognitif yang berkembang pesat, tetapi juga tumbuh menjadi anak yang memiliki kepekaan sosial, budi pekerti luhur, dan jiwa yang merdeka.
​Lebih dari sekadar pencapaian akademis atau fisik di masa depan, doa paling purba dari seorang ayah terpatri jelas: melihat Celine tumbuh dalam pelukan rasa aman, dikelilingi kasih sayang, dan selalu memancarkan tawa bahagia di setiap langkah kecilnya.
​Merajut Kenangan Indah di Garis Start Kehidupan
​Perayaan ulang tahun pertama Celine di GOR Panata Yudha ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang esensi sejati sebuah keluarga. Di balik peran besar seorang Ali Nurdin sebagai garda terdepan di kancah pergerakan Karawang, tersimpan kelembutan hati seorang ayah yang ingin memberikan dunia terbaik bagi putrinya.
​Selamat ulang tahun yang pertama, Celine kecil! Teruslah tumbuh menjadi anak yang membanggakan, membawa berkah bagi sesama, dan melangkah ceria menyongsong masa depan yang gemilang di era golden age-mu.

PIMRUS  : Ida Maryati

Ali Nurdin Rayakan HUT Pertama Putri Tercinta, Celine, di GOR Panata Yudha


​KARAWANG — Di bawah naungan atap GOR Panata Yudha, Karawang, sebuah momen penuh kehangatan dan rasa syukur terukir indah tepat hari ini, Rabu, 30 September 2026. Ketua DPC LSM GMPI (Gerakan Militan Pejuang Indonesia) Karawang Kota, Ali Nurdin, merayakan tonggak sejarah penting dalam hidupnya: hari ulang tahun pertama sang buah hati tercinta, Celine.
​Di tengah kesibukan dunia pergerakan dan dinamika sosial yang padat, Ali menanggalkan sejenak atribut organisasinya. Hari ini, ia hadir sepenuhnya sebagai seorang ayah—menatap sang putri kecil dengan mata berbinar, memancarkan cinta kasih yang murni tanpa syarat.
​Acara yang dikemas secara sederhana namun sarat makna ini berlangsung khidmat. Tanpa kemewahan yang berlebihan, suasana justru semakin meriah berkat limpahan doa tulus dari para kerabat, sahabat, dan rekan sejawat yang hadir membersamai langkah awal kehidupan Celine.
​Membuka Gerbang "Golden Age": Doa Seorang Ayah untuk Sang Buah Hati
​Menandai usia pertamanya hari ini, Ali merangkai doa dan harapan yang begitu mendalam bagi masa depan Celine. Bagi Ali, ulang tahun pertama ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, melainkan titik tolak masuk ke dalam fase paling krusial dalam tumbuh kembang anak.
​Dengan penuh kelembutan, Ali mengungkapkan harapan terbesarnya:
​"Usia anak pertama (biasanya merujuk pada masa balita hingga pra-sekolah, 0–6 tahun) adalah fase 'emas' (golden age) di mana fondasi karakter, fisik, dan kecerdasan anak dibentuk."
​Sebagai seorang ayah, Ali mendambakan agar setiap detik di masa golden age Celine tumbuh menjadi fondasi yang kokoh. Ia berharap putrinya tidak hanya dikaruniai kesehatan fisik yang optimal dan kecerdasan motorik-kognitif yang berkembang pesat, tetapi juga tumbuh menjadi anak yang memiliki kepekaan sosial, budi pekerti luhur, dan jiwa yang merdeka.
​Lebih dari sekadar pencapaian akademis atau fisik di masa depan, doa paling purba dari seorang ayah terpatri jelas: melihat Celine tumbuh dalam pelukan rasa aman, dikelilingi kasih sayang, dan selalu memancarkan tawa bahagia di setiap langkah kecilnya.
​Merajut Kenangan Indah di Garis Start Kehidupan
​Perayaan ulang tahun pertama Celine di GOR Panata Yudha ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang esensi sejati sebuah keluarga. Di balik peran besar seorang Ali Nurdin sebagai garda terdepan di kancah pergerakan Karawang, tersimpan kelembutan hati seorang ayah yang ingin memberikan dunia terbaik bagi putrinya.
​Selamat ulang tahun yang pertama, Celine kecil! Teruslah tumbuh menjadi anak yang membanggakan, membawa berkah bagi sesama, dan melangkah ceria menyongsong masa depan yang gemilang di era golden age-mu.

PIMRUS Ida Maryati

Selasa, 29 September 2026

Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Bupati Bekasi Tegaskan Komitmen Integrasi Transportasi Daerah

CIKARANG PUSAT — Pemerintah Kabupaten Bekasi mempertegas langkah strategisnya dalam merombak total wajah transportasi daerah. Momentum Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 yang berlangsung di Plaza Pemkab Bekasi, Kamis (17/9/2026), dijadikan pijakan utama untuk merealisasikan sistem perhubungan yang modern, efisien, dan saling terintegrasi.

Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara, menyampaikan bahwa konektivitas antarwilayah merupakan denyut nadi utama penggerak roda perekonomian daerah. Menurutnya, menghadirkan layanan mobilitas publik yang cepat, tepat, dan aman menjadi syarat mutlak untuk menopang laju pembangunan Kabupaten Bekasi yang kian dinamis.

"Sistem transportasi yang terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat adalah kunci utama untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Asep di hadapan jajaran peserta upacara dan tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati memberikan apresiasi khusus atas berbagai inovasi pelayanan publik yang telah diluncurkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi. Meski demikian, ia menekankan agar setiap terobosan yang dibuat tidak berhenti sebagai capaian seremonial semata, melainkan harus memberikan dampak langsung bagi efisiensi mobilitas masyarakat.

Langkah konkret Pemkab Bekasi ke depan berfokus pada penerpan konsep smart mobility—sebuah pendekatan pengelolaan transportasi berbasis teknologi pintar. Melalui optimalisasi infrastruktur, integrasi antarmoda, serta sinergi antar-lembaga, Pemkab Bekasi optimistis dapat mengurai kendala kemacetan sekaligus memperlancar aksesibilitas yang menghubungkan pusat-pusat industri strategis dengan kawasan pemukiman warga secara berkelanjutan

PIMPRUS  Ida Maryati

Rombak Wajah Transportasi Daerah, Pemkab Bekasi Pacu Integrasi dan Teknologi Pintar

CIKARANG PUSAT — Pemerintah Kabupaten Bekasi mempertegas langkah strategisnya dalam merombak total wajah transportasi daerah. Momentum Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 yang berlangsung di Plaza Pemkab Bekasi, Kamis (17/9/2026), dijadikan pijakan utama untuk merealisasikan sistem perhubungan yang modern, efisien, dan saling terintegrasi.

Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara, menyampaikan bahwa konektivitas antarwilayah merupakan denyut nadi utama penggerak roda perekonomian daerah. Menurutnya, menghadirkan layanan mobilitas publik yang cepat, tepat, dan aman menjadi syarat mutlak untuk menopang laju pembangunan Kabupaten Bekasi yang kian dinamis.

"Sistem transportasi yang terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat adalah kunci utama untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Asep di hadapan jajaran peserta upacara dan tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati memberikan apresiasi khusus atas berbagai inovasi pelayanan publik yang telah diluncurkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi. Meski demikian, ia menekankan agar setiap terobosan yang dibuat tidak berhenti sebagai capaian seremonial semata, melainkan harus memberikan dampak langsung bagi efisiensi mobilitas masyarakat.

Langkah konkret Pemkab Bekasi ke depan berfokus pada penerpan konsep smart mobility—sebuah pendekatan pengelolaan transportasi berbasis teknologi pintar. Melalui optimalisasi infrastruktur, integrasi antarmoda, serta sinergi antar-lembaga, Pemkab Bekasi optimistis dapat mengurai kendala kemacetan sekaligus memperlancar aksesibilitas yang menghubungkan pusat-pusat industri strategis dengan kawasan pemukiman warga secara berkelanjutan.

PIMPRUS  Ida Maryati

Genap Usia 50 Tahun, Dishub Kabupaten Bekasi Apresiasi Kepemimpinan Plt Bupati dr. Asep Surya Atmaja

Kabupaten Bekasi — Hari ini, suasana hangat dan penuh khidmat menyelimuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi. Pemimpin daerah, Plt Bupati dr. Asep Surya Atmaja, resmi memasuki milestone istimewa: usia emas 50 tahun. Momen setengah abad ini tak sekadar selebrasi personal, melainkan juga cermin dari perjalanan, dedikasi, serta arah baru pembangunan Bekasi yang kian dinamis.

Momentum ini disambut penuh sukacita oleh jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi. Sebagai garda terdepan penataan mobilitas masyarakat, Dishub menyampaikan apresiasi mendalam atas gaya kepemimpinan dr. Asep yang komunikatif, adaptif, dan berfokus pada solusi nyata di lapangan.

Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri dan permukiman, tantangan konektivitas menjadi prioritas utama. Di bawah arahan beliau, sinergi lintas sektor terus digenjot guna menghadirkan tatanan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan modern.

"Selamat ulang tahun ke-50 untuk Bapak Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja. Di usia emas ini, semoga beliau senantiasa dilimpahi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan. Kami siap terus bergerak bersama dalam mewujudkan Kabupaten Bekasi yang makin maju, aman, dan sejahtera," puji perwakilan jajaran Dishub Kabupaten Bekasi.

Memasuki kepala lima, visi kepemimpinan yang progresif diharapkan kian mempercepat pembenahan infrastruktur transportasi—mulai dari integrasi layanan publik, optimalisasi manajemen lalu lintas, hingga kenyamanan akses bagi seluruh warga.

Selamat Ulang Tahun ke-50, Bapak Plt Bupati! Semoga semangat pelayanan tak pernah padam demi membawa Kabupaten Bekasi terbang lebih tinggi.

PIMPRUS Ida Maryati

Senin, 28 September 2026

Sholat Istisqo Dilaksanakan di Depan Desa Warung Bambu.



Selasa 29 September 2026,Kami dari Jajaran Kecamatan Karawang Timur dan Jajaran Desa Warung Bambu mengadakan sholat Istisqo untuk meminta hujan. Karena musim kemarau sudah sangat lama sekali berlangsung. Bahkan terjadi kebakaran akibat cuaca yang sangat Extrem sekali. Bahkan sebagian warga Karawang ada yg sudah sangat kesulitan dalam mendapatkan air bersih.
Dihadiri oleh BPK Camat Karawang Timur menghimbau warganya agar bisa ikut serta dalam melakukan sholat Istisqo di lapangan Depan Desa Karawang Timur. Karena kepedulian kita akan pentingnya acara ini akan memberikan dampak yg baik. Semoga Allah mengabulkan doa kita semua agar Hujan segera turun🤲
Penulis : Ida Maryati

Polresta Karawang Bongkar Jaringan Curanmor: 9 LP Terungkap, Pelaku Terancam 7 Tahun Penjara

KARAWANG — Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Karawang berhasil membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah yang selama ini meresahkan masyarakat. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan empat orang tersangka serta menyelesaikan sembilan Laporan Polisi (LP) sekaligus.
​Hal tersebut diungkapkan oleh Wakapolresta Karawang, AKBP Afrian Satya Permadi, didampingi Kasat Reskrim dalam konferensi pers yang digelar di markas kepolisian setempat, Senin (28/9/2026).
​"Alhamdulillah, berkat kerja keras penyidik serta dukungan dari masyarakat dan rekan-rekan media, Satreskrim Polresta Karawang berhasil melakukan pengungkapan tindak pidana curanmor di wilayah hukum Polresta Karawang," ujar AKBP Afrian di hadapan awak media.
​9 Laporan Polisi Berhasil Diungkap
​AKBP Afrian merinci, dari total sembilan LP yang ditangani, sebanyak tujuh laporan ditangani langsung oleh Satreskrim Polresta Karawang, sementara dua laporan lainnya ditangani oleh Polsek Telukjambe Barat.
​
Dari operasi tersebut, petugas mengamankan empat orang tersangka dengan inisial DNS, FDR, RW, serta satu pelaku lainnya yang kini masih dalam proses pengembangan.
​Berdasarkan hasil pendalaman penyidik, komplotan ini tercatat beraksi di sejumlah titik rawan (TKP) strategis di wilayah Karawang, di antaranya:
​Kawasan Industri Telukjambe Barat (Aksi pada 18 September).
​Perumahan Daerah Lamaran (Dua tempat kejadian, termasuk pada 25 September).
​Telukjambe Timur (Sekitar Pertigaan Bintang Alam dan kawasan sekitar Universitas Singaperbangsa Karawang / Unsika).
​Wilayah Pinayungan (Telukjambe Timur).
​Dusun Gempol Girang, Desa Sukamakmur (Wilayah hukum Polsek Telukjambe Barat).
​Depan Ruko Waluya (Wilayah hukum Polsek Telukjambe Barat).
​Modus Operandi: Kunci Palsu Tanpa Jejak
​Dalam melancarkan aksinya, sindikat ini tergolong lihai dan rapi. Mereka tidak menggunakan kekerasan fisik secara terbuka, melainkan memanfaatkan kunci palsu untuk melumpuhkan sistem keamanan kendaraan sasaran.
​"Modus operandi para pelaku memanfaatkan kunci palsu untuk merusak dan melumpuhkan sistem keamanan motor tanpa meninggalkan kerusakan yang mencolok," jelas Wakapolresta.
​Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti yang digunakan untuk melancarkan kejahatan, meliputi dua set kunci palsu, satu unit kunci letter T, dua buah tang potong, satu buah linggis, satu unit gawai (handphone) merek Oppo, satu buah tas ransel hitam, serta satu unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil kejahatan.
​
Ancaman 7 Tahun Penjara
​Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat dengan ketentuan hukum pidana mengenai pencurian dengan pemberatan. Mereka terancam mendekam di balik jeruji besi dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.
​Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memberantas aksi kejahatan jalanan guna menciptakan rasa aman, ketertiban, dan kenyamanan bagi masyarakat Kabupaten Karawang.
​"Kami berharap pengungkapan ini dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat untuk terus beraktivitas secara maksimal. Kami juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan segala informasi terkait potensi kriminalitas agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat," pungkas AKBP Afrian.

Penulis : Ida Maryati

Sabtu, 26 September 2026

SUBANG –* SMA Plus Astha Hannas menggelar Upacara Pengukuhan Taruna Muda Angkatan 21 Tahun Pelajaran 2026–2027 di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, Binong, Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (26/7/2026).


Sebanyak 242 Taruna Muda resmi dikukuhkan, terdiri dari 186 taruna laki-laki dan 56 taruna perempuan. Mereka merupakan putra-putri terbaik bangsa yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.
Pengukuhan ini menjadi tahapan penting dalam proses pendidikan karakter, setelah para taruna menjalani rangkaian pembinaan intensif selama kurang lebih empat bulan.

Rangkaian pembinaan tersebut meliputi Pengenalan dan Orientasi Sekolah, Lingkungan serta Karakter Bangsa Indonesia, Pendidikan dan Pelatihan Dasar Mental, Disiplin, Kejuangan dan Bela Negara, serta Pendidikan dan Pelatihan Outbound Revolusi Mental dan Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia.

*Tanamkan Disiplin, Integritas, dan Jiwa Kepemimpinan*

Ketua Dewan Pembina Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.Si., menegaskan bahwa di tengah berbagai tantangan bangsa dan global, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang berkarakter kuat, berintegritas, dan memiliki kemampuan kepemimpinan.

“Yang kami tanamkan kepada para taruna adalah dasar-dasar sikap, cara berpikir dan perilaku berdasarkan moral serta etika. Mereka juga dibekali disiplin, kejujuran, kemampuan berpikir bersih, karakter untuk terus belajar dan memiliki kompetensi sebagai calon pemimpin,” ujar Prof. Ermaya.

Menurutnya, pembentukan karakter dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain. Oleh karena itu, selama proses pendidikan, para taruna terus ditempa kedisiplinan, integritas, dan ketangguhan mental agar mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Selama kurang lebih tiga bulan, dasar-dasar itu telah kami tanamkan. Saya berharap mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan tidak mudah menyerah. Sebelum memimpin orang lain dan bangsa, mereka harus mampu memimpin dirinya sendiri,” tegasnya.

Prof. Ermaya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan penuh dengan menitipkan putra-putri terbaiknya untuk dididik di SMA Plus Astha Hannas. Ia berharap dukungan orang tua terus mengalir hingga para taruna menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan.

*Tidak Hanya Akademik, Tapi Juga Mental dan Moral*

Kepala SMA Plus Astha Hannas, Yanto Susanto, S.Pd., M.I.P., menambahkan bahwa pendidikan di SMA Plus Astha Hannas tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan mental, karakter, kedisiplinan, moral, dan tanggung jawab.

Nilai-nilai agama dan kepercayaan masing-masing taruna juga menjadi bagian integral dari pembentukan karakter, sehingga ilmu yang diperoleh dapat digunakan secara baik dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kegiatan pengukuhan ini berpedoman pada Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan, Peraturan Pemerintah RI Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan, serta Keputusan Menkumham RI Nomor C-774.HT.01.02 Tahun 2006 tentang Pengesahan Akta Pendirian Yayasan Asthanas dan Peraturan Pembina Yayasan Asthanas Nomor 1 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja SMA Plus Astha Hannas.

Dengan dikukuhkannya 242 Taruna Muda Angkatan 21, SMA Plus Astha Hannas menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi pemimpin bangsa yang berkarakter, berintegritas, dan cinta tanah air.

Jumat, 25 September 2026

Ketika Raket Berbicara: Menembus Batas Usia di Kejurnas Tenis Veteran Karawang 2026 🎾🔥


​
KARAWANG — Ada pemandangan yang membakar adrenalin di sudut kota Karawang hari ini. Alih-alih melambat di usia senja, para legenda hidup tenis Indonesia justru membuktikan bahwa lapangan hijau adalah panggung abadi.
​Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Veteran Piala Ketua PELTI Karawang 2026 resmi bergulir secara megah pada hari ini, Sabtu (26/9), dan langsung menggebrak dunia olahraga tanah air selama dua hari ke depan hingga 27 September 2026.
​Titik Temu Legenda dan Energi Baru
​Ajang skala nasional yang mempertandingkan kelas elite khusus Kelompok Usia KU 105 dan KU 120 ini dibuka secara khidmat oleh Ketua Pengprov PELTI Jawa Barat, Kol. Inf. Moh. Arif Suryandaru.
​Kemegahan pembukaan turut disaksikan oleh tokoh tenis Karawang yang juga menjabat sebagai Aswas Kajati Kepri, H. Syaefulloh, S.H., M.H., bersama jajaran Forkopimda Karawang. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar agenda tanding, melainkan marwah kebanggaan daerah.
​"Kejuaraan ini bukan hanya panggung juara, tapi simbol semangat olahraga sepanjang hayat. Hadirnya para senior dari seluruh Indonesia menjadi ajang silaturahmi nasional sekaligus pemacu motivasi bagi atlet-atlet muda di Karawang," tegas Ketua Pengcab PELTI Karawang, Ir. H. Achmad Khaerun, M.M.
​📊 Inside the Game: Angka di Balik Lapangan
​Bagaimana antusiasme turnamen ini di mata para pengamat? Berikut catatan eksklusif dari balik lapangan:
​Dual Arena Kelas Wahid: Pertandingan disebar secara paralel di Lapangan Tenis GOR Panatayudha dan Alfath Indoor Arena Telukjambe untuk menjamin standar kenyamanan dan kualitas tanding tertinggi.
​Kuota Ludes Seketika: Sebanyak 68 pasangan terpilih (34 pasang KU 105 dan 34 pasang KU 120) dari berbagai penjuru nusantara tumpah ruah berebut takhta kehormatan.
​Taruhan Prestise: Total hadiah Rp30 juta rupiah disiapkan untuk memantik sengitnya persaingan di bawah net.
​Ketua Panitia R. Fendy Prugiosetiawanto, S.E., M.M., didampingi Wakil Ketua H. Jaja Sumarna, S.E., M.M., memastikan seluruh rangkaian laga berjalan tanpa kompromi. "Antusiasme luar biasa hingga kuota 68 pasang terpenuhi. Pertandingan dipastikan sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kegembiraan," ujar mereka kompak.
​Membakar Asa Lewat Sport Tourism
​Lebih dari sekadar pukulan forehand dan backhand yang mematikan, Kejurnas Tenis Veteran 2026 menjadi cetak biru suksesnya sport tourism di Kabupaten Karawang—mengawinkan pariwisata lokal, perputaran ekonomi, dan prestasi olahraga dalam satu genggaman raket.
​Selamat menunjukan taji kepada seluruh peserta! Nyalakan api sportivitas dari jantung Karawang untuk Indonesia! 🇮🇩🏆

Penulis : Ida Maryati

Ketika Raket Berbicara: Menembus Batas Usia di Kejurnas Tenis Veteran Karawang 2026 🎾🔥​KARAWANG — Ada pemandangan yang membakar adrenalin di sudut kota Karawang hari ini. Alih-alih melambat di usia senja, para legenda hidup tenis Indonesia justru membuktikan bahwa lapangan hijau adalah panggung abadi.​Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Veteran Piala Ketua PELTI Karawang 2026 resmi bergulir secara megah pada hari ini, Sabtu (26/9), dan langsung menggebrak dunia olahraga tanah air selama dua hari ke depan hingga 27 September 2026.​Titik Temu Legenda dan Energi Baru​Ajang skala nasional yang mempertandingkan kelas elite khusus Kelompok Usia KU 105 dan KU 120 ini dibuka secara khidmat oleh Ketua Pengprov PELTI Jawa Barat, Kol. Inf. Moh. Arif Suryandaru.​Kemegahan pembukaan turut disaksikan oleh tokoh tenis Karawang yang juga menjabat sebagai Aswas Kajati Kepri, H. Syaefulloh, S.H., M.H., bersama jajaran Forkopimda Karawang. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar agenda tanding, melainkan marwah kebanggaan daerah.​"Kejuaraan ini bukan hanya panggung juara, tapi simbol semangat olahraga sepanjang hayat. Hadirnya para senior dari seluruh Indonesia menjadi ajang silaturahmi nasional sekaligus pemacu motivasi bagi atlet-atlet muda di Karawang," tegas Ketua Pengcab PELTI Karawang, Ir. H. Achmad Khaerun, M.M.​📊 Inside the Game: Angka di Balik Lapangan​Bagaimana antusiasme turnamen ini di mata para pengamat? Berikut catatan eksklusif dari balik lapangan:​Dual Arena Kelas Wahid: Pertandingan disebar secara paralel di Lapangan Tenis GOR Panatayudha dan Alfath Indoor Arena Telukjambe untuk menjamin standar kenyamanan dan kualitas tanding tertinggi.​Kuota Ludes Seketika: Sebanyak 68 pasangan terpilih (34 pasang KU 105 dan 34 pasang KU 120) dari berbagai penjuru nusantara tumpah ruah berebut takhta kehormatan.​Taruhan Prestise: Total hadiah Rp30 juta rupiah disiapkan untuk memantik sengitnya persaingan di bawah net.​Ketua Panitia R. Fendy Prugiosetiawanto, S.E., M.M., didampingi Wakil Ketua H. Jaja Sumarna, S.E., M.M., memastikan seluruh rangkaian laga berjalan tanpa kompromi. "Antusiasme luar biasa hingga kuota 68 pasang terpenuhi. Pertandingan dipastikan sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kegembiraan," ujar mereka kompak.​Membakar Asa Lewat Sport Tourism​Lebih dari sekadar pukulan forehand dan backhand yang mematikan, Kejurnas Tenis Veteran 2026 menjadi cetak biru suksesnya sport tourism di Kabupaten Karawang—mengawinkan pariwisata lokal, perputaran ekonomi, dan prestasi olahraga dalam satu genggaman raket.​Selamat menunjukan taji kepada seluruh peserta! Nyalakan api sportivitas dari jantung Karawang untuk Indonesia! 🇮🇩🏆​

Ketika Raket Berbicara: Menembus Batas Usia di Kejurnas Tenis Veteran Karawang 2026 🎾🔥
​
KARAWANG — Ada pemandangan yang membakar adrenalin di sudut kota Karawang hari ini. Alih-alih melambat di usia senja, para legenda hidup tenis Indonesia justru membuktikan bahwa lapangan hijau adalah panggung abadi.
​Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Veteran Piala Ketua PELTI Karawang 2026 resmi bergulir secara megah pada hari ini, Sabtu (26/9), dan langsung menggebrak dunia olahraga tanah air selama dua hari ke depan hingga 27 September 2026.
​Titik Temu Legenda dan Energi Baru
​Ajang skala nasional yang mempertandingkan kelas elite khusus Kelompok Usia KU 105 dan KU 120 ini dibuka secara khidmat oleh Ketua Pengprov PELTI Jawa Barat, Kol. Inf. Moh. Arif Suryandaru.
​Kemegahan pembukaan turut disaksikan oleh tokoh tenis Karawang yang juga menjabat sebagai Aswas Kajati Kepri, H. Syaefulloh, S.H., M.H., bersama jajaran Forkopimda Karawang. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar agenda tanding, melainkan marwah kebanggaan daerah.
​"Kejuaraan ini bukan hanya panggung juara, tapi simbol semangat olahraga sepanjang hayat. Hadirnya para senior dari seluruh Indonesia menjadi ajang silaturahmi nasional sekaligus pemacu motivasi bagi atlet-atlet muda di Karawang," tegas Ketua Pengcab PELTI Karawang, Ir. H. Achmad Khaerun, M.M.
​📊 Inside the Game: Angka di Balik Lapangan
​Bagaimana antusiasme turnamen ini di mata para pengamat? Berikut catatan eksklusif dari balik lapangan:
​Dual Arena Kelas Wahid: Pertandingan disebar secara paralel di Lapangan Tenis GOR Panatayudha dan Alfath Indoor Arena Telukjambe untuk menjamin standar kenyamanan dan kualitas tanding tertinggi.
​Kuota Ludes Seketika: Sebanyak 68 pasangan terpilih (34 pasang KU 105 dan 34 pasang KU 120) dari berbagai penjuru nusantara tumpah ruah berebut takhta kehormatan.
​Taruhan Prestise: Total hadiah Rp30 juta rupiah disiapkan untuk memantik sengitnya persaingan di bawah net.
​Ketua Panitia R. Fendy Prugiosetiawanto, S.E., M.M., didampingi Wakil Ketua H. Jaja Sumarna, S.E., M.M., memastikan seluruh rangkaian laga berjalan tanpa kompromi. "Antusiasme luar biasa hingga kuota 68 pasang terpenuhi. Pertandingan dipastikan sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kegembiraan," ujar mereka kompak.
​Membakar Asa Lewat Sport Tourism
​Lebih dari sekadar pukulan forehand dan backhand yang mematikan, Kejurnas Tenis Veteran 2026 menjadi cetak biru suksesnya sport tourism di Kabupaten Karawang—mengawinkan pariwisata lokal, perputaran ekonomi, dan prestasi olahraga dalam satu genggaman raket.
​Selamat menunjukan taji kepada seluruh peserta! Nyalakan api sportivitas dari jantung Karawang untuk Indonesia! 🇮🇩🏆
​#PeltiKarawang2026 #KejurnasTenisVeteran #TenisIndonesia #KarawangSportTourism

Penulis : Ida Maryati

Kamis, 24 September 2026

Rasakan Manfaat Program Rutilahu, Rijal Apresiasi Aspirasi H. Imron




KARAWANG — Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang direalisasikan melalui aspirasi H. Imron, anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4, mendapat apresiasi dari warga Dusun Kalanasem, Desa Pagadungan, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang.
Salah satu penerima manfaat, Rijal, warga Dusun Kalanasem, RT 08/RW 04, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas terealisasinya bantuan tersebut.
Menurut Rijal, bantuan Rutilahu menjadi perhatian yang berarti bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk melakukan perbaikan rumah secara mandiri.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada H. Imron atas aspirasinya sehingga program Rutilahu ini dapat terealisasi. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Rijal.
Ia berharap program Rutilahu dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat lainnya yang membutuhkan, khususnya warga yang memiliki kondisi rumah kurang layak namun terkendala kemampuan ekonomi.
Rijal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga program tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Semoga program ini terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaatnya,” katanya.
Realisasi program Rutilahu tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.

Penulis : Ida Maryati

Darurat Agraria Karawang: Hutan Produksi Disulap Jadi Kawasan Industri, Pengamat Desak KPK Turun Tangan

Darurat Agraria Karawang: Hutan Produksi Disulap Jadi Kawasan Industri, Pengamat Desak KPK Turun Tangan
​Gelombang kemarahan petani Karawang yang tergabung dalam Serikat Tani Karawang (SETAKAR) memuncak. Hari ini, Kamis (24/9/2026), mereka dijadwalkan menggelar aksi besar-besaran di kantor ATR/BPN Karawang. Aksi ini merupakan akumulasi dari konflik agraria menahun yang melibatkan pencaplokan ratusan hektar lahan hutan produksi.
​Menanggapi hal tersebut, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian S.H., M.H. (Askun), secara tegas meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun tangan membongkar dugaan gratifikasi di balik alih fungsi lahan ini.
​Akar Masalah: Lahan IPHPS Dicaplok Puluhan Pabrik
​Konflik ini bermula sejak tahun 2017, ketika Kementerian Kehutanan menetapkan sekitar 2.115 hektar lahan hutan produksi masuk dalam skema Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS). Lahan tersebut semestinya dikelola oleh para petani penggarap.
​Namun dalam perjalanannya, masalah pelik muncul:
​29 Pabrik Terlibat: Terdapat sekitar 29 pabrik di kawasan KIIC yang diduga mencaplok 280 hektar lahan garapan petani.
​Pengakuan ATR/BPN: Melalui surat balasan audiensi pada 15 September 2026, ATR/BPN Karawang mengakui adanya tumpang tindih lahan antara kawasan hutan produksi dan kawasan industri, merujuk pada surat Ditjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang per 28 Februari 2025.
​Hak Petani Dirampas: Sejak 2017, para petani penggarap kehilangan hak kelola mereka atas tanah yang menjadi sumber penghidupan mereka.
​"Sejak 2017, petani penggarap diduga tidak mendapatkan haknya. Jadi wajar ketika hari Kamis besok, petani akan melakukan aksi demonstrasi ke kantor ATR/BPN Karawang," ungkap Asep Agustian, Selasa (22/9/2026).
​Bayang-Bayang Kasus Bogor & Desakan "Bongkar atau Batalkan"
​Askun menilai kasus di Karawang memiliki pola serupa dengan skandal pertanahan di Kota Bogor yang menyeret delapan orang tersangka dari unsur pejabat hingga swasta. Ia mendesak KPK untuk membongkar tuntas pihak-pihak bermain di balik penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB) di atas lahan negara tersebut.
​Pihaknya juga menyoroti sikap ATR/BPN Karawang dan pengelola kawasan KIIC yang dinilai lepas tangan padahal telah mengetahui status lahan tersebut sejak awal.
​Dugaan Pelanggaran: ATR/BPN tetap menerbitkan HGB untuk kawasan industri di atas lahan yang jelas-jelas berstatus IPHPS.
​Tuntutan Tegas Askun:
​Batalkan seluruh HGB lahan hutan produksi yang telah beralih fungsi menjadi kawasan industri.
​Bongkar perusahaan-perusahaan yang terbukti mencaplok kawasan hutan.
​"Woy...! Kepala BPN Karawang di mana? Jangan tutup mata. Ini jelas gratifikasi dan korupsi kalau HGB-nya tidak dibatalkan. Batalkan HGB atau bongkar itu perusahaan!" tegas Askun menutup pernyataannya.
​Bagaimana langkah tegas aparat penegak hukum menyikapi desakan ini? Ikuti terus perkembangan aksi demonstrasi petani SETAKAR hari ini di kantor ATR/BPN Karawang.

Penulis. Ida Maryati

Rabu, 23 September 2026

Hutan Produksi Diduga Masuk Kawasan Industri, Asep Agustian: KPK Harus Turun Tangan

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian S.H., M.H., meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar membongkar dugaan gratifikasi pencaplokan kawasan hutan produksi menjadi kawasan industri di Kabupaten Karawang.

Dugaan gratifikasi ini mencuat setelah Paguyuban Pemuda Tani Karawang (PPTK) mengirimkan surat ke kantor ATR/BPN Karawang pada 8 September 2026, terkait ratusan hektar lahan kawasan hutan produksi yang dikelola petani yang diduga dicaplok puluhan perusahaan di KIIC - Karawang.

Surat permohonan klarifikasi dan audiensi yang dibalas pada 15 September 2026 tersebut, kemudian diakui ATR/BPN Karawang bahwa telah terjadi tumpang tindih lahan kawasan hutan produksi dengan lahan industri, berdasarkan penjelasan Surat dari Direktur Jendral Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Nomor : B/UK.01.01/35-300/ II/2025 tanggal 28 Februari 2025.

Dari pihak petani mengungkapkan, jika sebenarnya persoalan ini sudah muncul sejak tahun 2017. Yaitu dimana pihak Kementerian Kehutanan menyatakan ada sekitar 2.115 hektar lahan hutan produksi yang masuk IPHPS (Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial).

Dan dalam perjalanannya, ada sekitar 29 pabrik di kawasan KIIC yang diduga mencaplok 280 hektar lahan hutan produksi yang digarap oleh petani.

"Sejak 2017, petani penggarap diduga tidak mendapatkan haknya. Jadi wajar ketika hari kamis besok, petani akan melakukan aksi demonstrasi ke kantor ATR/BPN Karawang," tutur Asep Agustian, Selasa (22/9/2026).

Kasusnya Bisa Terungkap Seperti di Kota Bogor

Asep Agustian (Askun) menegaskan, jika kasus dugaan gratifikasi kepengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) lahan hutan produksi yang 'disulap' menjadi kawasan industri ini dapat dibongkar KPK, maka dipastikan nasib Karawang akan sama seperti Kota Bogor. Yaitu dimana 8 orang dari kalangan pejabat hingga pihak swasta telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Saya sampaikan jika kasus di Karawang ini bisa dibongkar KPK, maka dapat dipastikan nasib Karawang bisa sama seperti Kota Bogor," kata Askun.

Oleh karenanya, Askun juga meminta agar pihak ATR/BPN Karawang tidak selalu merasa bersih dalam menyikapi persoalan ini. Begitu pun dengan pihak kawasan KIIC - Karawang.

"Sudah tahu itu lahan masuk IPHPS, tetapi ATR/BPN Karawang tetap mengeluarkan HGB untuk kawasan industri. Ada apa dengan semua ini?. Ini persoalan lama sejak 2017, maka saya minta KPK membongkar ini semua," tegasnya.

Batalkan HGB atau Bongkar Perusahaan

Atas persoalan ini, Askun mendesak agar pihak ATR/BPN Karawang membatalkan semua HGB lahan hutan produksi yang sudah alih fungsi menjadi kawasan industri.

"Atau pilihan keduanya, ya bongkar itu perusahaan yang diduga menggunakan lahan kawasan hutan," tegasnya.

Askun juga menyinggung agar Kepala Kantor ATR/BPN Karawang saat ini tidak 'tutup mata' atas persoalan yang sedang terjadi.

"Woy...! Kepala BPN Karawang dimana?. Jangan tutup mata. Ini jelas gratifikasi dan korupsi kalau HGB-nya tidak dibatalkan. Batalkan HGB atau bongkar itu perusahaan," tutup Askun.

Penulis Ida Maryati

Minggu, 20 September 2026

Janji Proyek PDAM Berujung Pidana, Kubu Pelapor Desak Polres Naikkan Status Lapdu Calon Kades Bantarjaya

BEKASI — Langkah hukum ditempuh Apriyona, S.T. (APY), melalui kuasa hukumnya dari kantor Drs. Afandi, S.H., M.H., dan Rekan. Pada Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 16.50 WIB, tim kuasa hukum mendatangi Mapolres Metro Bekasi guna mendorong percepatan penanganan atas Laporan Pengaduan (Lapdu) Nomor: LAPDUAN/1224/VIII/2026/SAT RESKRIM/RESTRO BKS/PMJ.
​Warga Perum Bhakti Praja, Kabupaten Karawang tersebut melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492 dan/atau Pasal 486 KUHP (UU No. 1 Tahun 2023) dengan terlapor Sdr. Layla Rizky, figur yang tercatat sebagai bakal calon/kontestan Kepala Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran.
​Kronologi Berdasarkan Laporan Pengaduan
​Peristiwa bermula pada 1 Juli 2025 di kawasan Meikarta, Desa Cibatu, Cikarang Selatan. Berdasarkan keterangan dalam laporan:
​Korban APriyona, S.T. disodori penawaran proyek di PDAM Tirta Bhagasasi oleh Sudar (yang disebut bagian dari tim terlapor), berlanjut pada transfer dana Rp21.000.000 kepada terlapor.
​Penawaran proyek tambahan membuat APriyona mengajak rekan sesama korban, Robi Herawan.
​Pada 2 Juli 2025, digelar pertemuan antara korban, terlapor, dan Direktur Usaha PDAM Tirta Bhagasasi. Usai pertemuan, Robi Herawan mentransfer Rp30.000.000 ke rekening terlapor.
​Dua pekan berselang, dilakukan peninjauan (survey) ke lokasi proyek di PDAM Babelan. Usai survey, terlapor meminta tambahan Rp10.000.000 untuk penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK) dan uang muka.
​SPK tak kunjung terbit. Dalam pertemuan susulan dengan Kepala Cabang PDAM Babelan, permintaan dana lanjutan dari terlapor ditolak korban.
​Pada Agustus 2025, korban mengonfirmasi langsung ke Kepala Cabang PDAM Babelan dan mendapati proyek tersebut dikerjakan oleh pihak lain di luar lingkaran terlapor.
​September 2025, tiga kali somasi dilayangkan ke Direktur Usaha PDAM Tirta Bhagasasi. Pihak direksi menyatakan tidak pernah menerima dana dari terlapor, sekaligus menawarkan alternatif pekerjaan lain. Total kerugian Rp63.000.000 hingga laporan dibuat belum dikembalikan.
​Desakan Kuasa Hukum
​Perwakilan kuasa hukum APY menyatakan kedatangan mereka bertujuan memohon kepastian hukum dan peningkatan status laporan.
​"Kehadiran kami hari ini adalah untuk memohon kepastian hukum bagi klien kami, Saudara APY. Kami meminta dan berharap agar pihak penyidik Satreskrim Polres Metro Bekasi dapat segera menindaklanjuti Laporan Pengaduan (Lapdu) kami, melakukan gelar perkara, dan meningkatkan statusnya menjadi Laporan Polisi (LP) berdasarkan bukti-bukti awal yang telah kami serahkan," ujar perwakilan kuasa hukum.
​Tim hukum menegaskan komitmennya pada asas praduga tak bersalah dan menyerahkan sepenuhnya pengujian materiil kepada penyidik kepolisian.
​Hingga berita ini diturunkan, pihak terlapor Layla Rizky maupun perwakilannya belum memberikan pernyataan resmi atau tanggapan atas tuduhan dalam laporan pengaduan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab (right of reply) bagi pihak terlapor sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penulis : Ida Maryati

Rapat Bulanan DPD/DPC Partai Gerakan Rakyat Karawang, Mantapkan Solidiaritas Menuju Indonesia Maju dan Sejahtera


*Karawang, 20 September 2026 - Suara Hati http://Rakyat.my.id* 
Minggu pagi yang cerah, DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Karawang menggelar Rapat Bulanan bersama seluruh jajaran DPC se-Kabupaten Karawang.

Rapat yang digelar pada hari Minggu, 20 September 2026 tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara 30 DPC di seluruh Kabupaten Karawang, agar seluruh pengurus DPD dan DPC semakin solid dan memahami arti pentingnya berpolitik yang baik.

Dalam rapat tersebut juga dibahas kondisi kebangsaan saat ini. Menurut pandangan kader, Negara Indonesia semakin membutuhkan kebijakan dan sistem pemerintahan yang benar-benar berpihak kepada rakyat.

Partai Gerakan Rakyat sendiri lahir dari perjuangan rekan-rekan Relawan Anies pada Pilpres lalu. Berawal dari gagasan untuk mendirikan Ormas Gerakan Rakyat, hingga akhirnya berkembang menjadi Partai Gerakan Rakyat. Ke depan, Ormas tersebut akan tetap menjadi sayap partai.

Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Karawang, *Rachman Gunawan*, dalam arahannya menegaskan bahwa pintu partai terbuka lebar bagi masyarakat yang ingin bergabung.

"Bagi masyarakat yang ingin bergabung di Partai Gerakan Rakyat, segera mendaftarkan diri agar KTA cepat selesai dan resmi," tegas Rachman Gunawan.

Ia juga menambahkan, "Alhamdulillah dari hari ke hari banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya sebuah Perubahan. Semoga dengan adanya Partai Gerakan Rakyat di tengah-tengah masyarakat, Negara ini bisa mempunyai seorang pemimpin yang bisa diharapkan oleh Rakyat Indonesia."

Rapat bulanan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi di semua tingkatan dan menyiapkan langkah nyata Partai Gerakan Rakyat dalam menyapa masyarakat Karawang.

Penulis : Ida Maryati

Sabtu, 19 September 2026

*Rapat Bulanan DPD/DPC Partai Gerakan Rakyat Karawang, Mantapkan Soliditas Menuju Indonesia Maju dan Sejahtera**Karawang, 20 September 2026 - Suara Hati http://Rakyat.my.id* Minggu pagi yang cerah, DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Karawang menggelar Rapat Bulanan bersama seluruh jajaran DPC se-Kabupaten Karawang.Rapat yang digelar pada hari Minggu, 20 September 2026 tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara 30 DPC di seluruh Kabupaten Karawang, agar seluruh pengurus DPD dan DPC semakin solid dan memahami arti pentingnya berpolitik yang baik.Dalam rapat tersebut juga dibahas kondisi kebangsaan saat ini. Menurut pandangan kader, Negara Indonesia semakin membutuhkan kebijakan dan sistem pemerintahan yang benar-benar berpihak kepada rakyat.Partai Gerakan Rakyat sendiri lahir dari perjuangan rekan-rekan Relawan Anies pada Pilpres lalu. Berawal dari gagasan untuk mendirikan Ormas Gerakan Rakyat, hingga akhirnya berkembang menjadi Partai Gerakan Rakyat. Ke depan, Ormas tersebut akan tetap menjadi sayap partai.Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Karawang, *Rachman Gunawan*, dalam arahannya menegaskan bahwa pintu partai terbuka lebar bagi masyarakat yang ingin bergabung."Bagi masyarakat yang ingin bergabung di Partai Gerakan Rakyat, segera mendaftarkan diri agar KTA cepat selesai dan resmi," tegas Rachman Gunawan.Ia juga menambahkan, "Alhamdulillah dari hari ke hari banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya sebuah Perubahan. Semoga dengan adanya Partai Gerakan Rakyat di tengah-tengah masyarakat, Negara ini bisa mempunyai seorang pemimpin yang bisa diharapkan oleh Rakyat Indonesia."Rapat bulanan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi di semua tingkatan dan menyiapkan langkah nyata Partai Gerakan Rakyat dalam menyapa masyarakat Karawang.

Rapat Bulanan DPD/DPC Partai Gerakan Rakyat Karawang, Mantapkan Soliditas Menuju Indonesia Maju dan Sejahtera
*Karawang, 20 September 2026 - Suara Hati http://Rakyat.my.id* 
Minggu pagi yang cerah, DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Karawang menggelar Rapat Bulanan bersama seluruh jajaran DPC se-Kabupaten Karawang.
Rapat yang digelar pada hari Minggu, 20 September 2026 tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara 30 DPC di seluruh Kabupaten Karawang, agar seluruh pengurus DPD dan DPC semakin solid dan memahami arti pentingnya berpolitik yang baik.

Dalam rapat tersebut juga dibahas kondisi kebangsaan saat ini. Menurut pandangan kader, Negara Indonesia semakin membutuhkan kebijakan dan sistem pemerintahan yang benar-benar berpihak kepada rakyat.

Partai Gerakan Rakyat sendiri lahir dari perjuangan rekan-rekan Relawan Anies pada Pilpres lalu. Berawal dari gagasan untuk mendirikan Ormas Gerakan Rakyat, hingga akhirnya berkembang menjadi Partai Gerakan Rakyat. Ke depan, Ormas tersebut akan tetap menjadi sayap partai.

Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Karawang, *Rachman Gunawan*, dalam arahannya menegaskan bahwa pintu partai terbuka lebar bagi masyarakat yang ingin bergabung.

"Bagi masyarakat yang ingin bergabung di Partai Gerakan Rakyat, segera mendaftarkan diri agar KTA cepat selesai dan resmi," tegas Rachman Gunawan.

Ia juga menambahkan, "Alhamdulillah dari hari ke hari banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya sebuah Perubahan. Semoga dengan adanya Partai Gerakan Rakyat di tengah-tengah masyarakat, Negara ini bisa mempunyai seorang pemimpin yang bisa diharapkan oleh Rakyat Indonesia."

Rapat bulanan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi di semua tingkatan dan menyiapkan langkah nyata Partai Gerakan Rakyat dalam menyapa masyarakat Karawang.

Penulis : Ida Maryati

Hadirkan Hangat di Atap Warga: PKB Kawal Bantuan Rutilahu TPI-BSPS untuk Rumah Bpk. Nisan

Hadirkan Hangat di Atap Warga: PKB Kawal Bantuan Rutilahu TPI-BSPS untuk Rumah Bpk. Nisan
​Rumah bukan sekadar bangunan beratap gentok dan berdinding bata; ia adalah ruang aman tempat asa bertumbuh. Semangat inilah yang terus dibawa oleh jajaran pengurus Partai PKB dalam mengawal program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) dari TPI-BSPS.
​Menyusul momentum positif seperti penyaluran sebelumnya, aspirasi dan aksi nyata kembali menyentuh warga. Kali ini, uluran tangan lewat program rehab rumah menyasar kediaman Bapak Nisak, yang beralamat di:

​Lokasi: RT 002/RW 02, Dusun Rengasjaya, Desa Baturaden
​Total Anggaran: Rp20.000.000

​Transparansi Anggaran untuk Kualitas Nyata
​Agar tepat sasaran dan berkwalitas tinggi, alokasi dana dikelola terukur:
​
Rp17.500.000 (belanja bahan baku kokoh, pondasi, hingga atap layak)
​
Rp2.500.000 (stimulan gotong royong tenaga lokal)
​Catatan Harapan dari Lapangan

​"Bukan cuma soal fisik bangunan yang berdiri tegak, tapi bagaimana negara dan kepedulian hadir nyata merawat senyum warga. Semoga rumah ini jadi titik balik, tempat berkumpul keluarga yang lebih sehat, tenang, dan membawa berkah," ujar Ketua PKB Rahmat Hidayat Djatipenuh harap.
​Inovasi & Nilai Lebih Pendampingan Rutilahu ala PKB:

​Rincian material dan tukang dipublish/dikawal agar mutu bangunan tidak asal jadi.

​Stimulan upah tukang dipadukan dengan swadaya warga, membangkitkan kembali ruh solidaritas kejawen/desa yang guyub.
​
Memastikan sirkulasi udara dan sanitasidasar mulai diperhatikan dalam rehab minimalis ini.

Penulis : Ida Maryati

Ngajaga Tradisi, Ngadorong Inovasi: Dedikasi Drs. Wawan Setiawan, M.M. pikeun Atikan Karawang

KARAWANG — Pengetan Milangkala Kabupaten Karawang ka-393 jadi momen krusial pikeun ngagali deui arah pangwangunan daerah, khususna dina sektor atikan. Tokoh atikan Karawang, Drs. Wawan Setiawan, N.K., M.M., ngagarisbawahi yén pilar utama pikeun ngawujudkeun Karawang nu maju tur berdaya saing aya dina kualitas Sumber Daya Manusa (SDM).

Luyu jeung semboyan "Ngajaga tradisi, ngadorong inovasi," Wawan nétélakeun yén transformasina atikan ayeuna teu cukup ukur ngudag angka atawa prestasi akademis formal. Kualitas atikan nu saenyana kudu mampuh nyaimbangkeun antara kearifan lokal jeung kamajuan téknologi.

Dina wawancara sarta pesen resmina ngeunaan poé jadi Karawang, Wawan ngadugikeun sababaraha poin penting ngeunaan arah atikan daerah:

Nyanghareupan Tantangan Kota Industri: Karawang salaku puseur industri merlukeun generasi ngora nu kréatif, terampil, tur motekar sangkan teu jadi penonton di lembur sorangan.

Ngamumulé Jati Diri: Inovasi téknologi kudu sajajar jeung pamahaman sajarah sarta budaya lokal sangkan karakter murid tetep kuat.

Kolaborasi Praktisi Atikan: Kaperluan ayana sinergi antara pamarentah, pangajar, jeung masarakat pikeun nyiptakeun lingkungan diajar nu bermutu.

Salian méré pandangan strategis ngeunaan atikan, Drs. Wawan Setiawan, M.M. ogé ngiring ngaturkeun pangdoa husus pikeun Kabupaten Karawang dina umur nu anyar ieu.

"Wilujeng Milangkala Kabupaten Karawang ka-393. Bismillah, mugia Karawang leuwih maju, sejahtera, tur terus jadi kota nu pinuh ku kedamaian sarta keberkahan pikeun sakabéh wargana. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin," pokna. 

Aspirasi jeung harapan ieu diharapkan bisa jadi pemicu sumangat pikeun sakabéh panyandak kawijakan sarta praktisi atikan di Karawang pikeun terus gotong royong ngadidik generasi penerus nu siap nyanghareupan tangtangan zaman.

Penulis : Ida Maryati

Refleksi 393 Tahun Karawang: Kepala Bappeda Sahali Kartawijaya. S.T.M.M Tegaskan Pentingnya Perencanaan Berbasis

KARAWANG — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 menjadi momentum krusial untuk menelaah kembali rekam jejak pembangunan daerah sekaligus merancang arah strategis ke depan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karawang, Sahali karta wijaya S.T., M.M., menegaskan bahwa usia hampir empat abad ini merupakan simbol dari peradaban panjang yang dibangun di atas fondasi perjuangan dan karya antar-generasi.

Sejalan dengan tema besar Motekar Ngigelan Jaman, Bappeda Karawang mendorong penguatan sinergi antar-sektor guna memastikan setiap program pembangunan daerah berjalan secara terukur, inovatif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Arah Strategis & Pesan Pembangunan Bappeda
Pentingnya Transisi & Keberlanjutan Pembangunan

Memaknai perjalanan 393 tahun sebagai pijakan untuk mentransformasi Karawang menjadi wilayah yang makin berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional.

Gotong Royong & Sinergi Lintas Sektor

Menjadikan kebersamaan dan kerja sama (kolaboratif) sebagai kunci utama dalam mengeksekusi perencanaan daerah yang inklusif.

Penerapan Nilai "MOTEKAR" dalam Perencanaan

Mendorong tata kelola perencanaan daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta responsif terhadap kebutuhan riil warga.

Melalui momentum milangkala ini, Bappeda Karawang mengajak seluruh pilar masyarakat untuk terus bergerak bersama, memperkuat komitmen gotong royong, serta mewujudkan Karawang yang semakin maju, sejahtera, dan membanggakan bagi seluruh warganya.

Penulis : Ida Maryati

Nadi Pengabdian di Usia 393: Perumdam Tirta Tarum Siap Alirkan Spirit MOTEKAR untuk Karawang

KARAWANG — Berusia hampir empat abad bukan sekadar persoalan merayakan deretan angka. Menginjak usia ke-393 tahun, Kabupaten Karawang kembali menegaskan posisinya: bukan lagi sekadar lumbung padi historis, melainkan raksasa industri yang terus bertransformasi menjawab tantangan zaman.

Di tengah pesatnya dinamika tersebut, Perumdam Tirta Tarum Karawang mengambil peran krusial sebagai penjaga nadi kehidupan warga. Menatap era baru ini, Perumdam Tirta Tarum menyelaraskan setiap helatan pelayanannya dengan spirit MOTEKAR—Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif, dan Responsif. Nilai ini diresapi bukan sekadar sebagai akronim pemanis jargon, melainkan kompas arah dalam menghadirkan layanan air bersih yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.

Perjalanan 393 tahun Karawang adalah bukti daya tahan (resilience) seluruh elemen daerah. Dari hamparan hijau persawahan hingga deru mesin kawasan industri berskala internasional, jaminan pasokan air bersih yang handal menjadi fondasi tak terpisahkan dari pertumbuhan tersebut.

Tantangan ke depan tentu semakin kompleks. Akselerasi teknologi digitalisasi layanan, pemenuhan cakupan air bersih, hingga tuntutan kualitas hidup masyarakat yang sehat membutuhkan sinergi tanpa sekat. Energi MOTEKAR mendorong Perumdam Tirta Tarum untuk terus berinovasi, memangkas birokrasi, dan responsif terhadap setiap jengkal kebutuhan pelanggan.

Selamat Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang! Perumdam Tirta Tarum siap melangkah bersama, memperkuat kolaborasi, dan memastikan setiap tetes air yang mengalir menjadi energi bagi kesejahteraan warga Karawang.

Penulis : Ida Maryati

Jumat, 18 September 2026

LEBIH DARI SEKADAR SMES: SAAT USIA DINI MENGUKIR SEJARAH VOLI TIGA PROVINSI DI KARAWANG

KARAWANG — Gelanggang voli di Karawang akhir pekan ini, Sabtu (19/9/2026), memancarkan energi berbeda. Di sela gempita peringatan HUT ke-6 PBVSI, decit sepatu karet beradu dengan gemuruh tepuk tangan tribun, menyatu dalam ambisi anak-anak belia seusia bangku SMP.
​Ini bukan panggung seremonial biasa. Digawangi klub pembina Vore One (Voli Remaja Wanita), hajatan ini mencatat milestone penting. Sang Ketua, Andi, menyebut edisi keenam ini sebagai skala terbesar dalam sejarah klub—bahkan berpeluang menjadi tolok ukur rekor pembinaan usia dini di Kabupaten Karawang.
​"Alhamdulillah, di tahun keenam ini skalanya paling besar," kata Andi ringkas di tengah lapangan.
​Kurang-lebih 26 klub lintas wilayah melebur dalam satu arena. Peta kekuatan mencakup Jawa Barat (Kabupaten Bekasi 5 tim, Kota Bekasi, Majalengka, Ciamis, serta tuan rumah Karawang), DKI Jakarta (5 tim), hingga perwakilan Banten (1 tim). Dengan batasan usia maksimal 13 tahun, ajang ini beroperasi secara murni sebagai laboratorium pencarian raw talent. Total Rp7.000.000 disiapkan untuk memacu adrenalin para juara dari peringkat 1 hingga 4.
​Laboratorium Talenta dan Lampu Hijau Forkopimda
​Bergulir dua hari (19–20 September 2026) dengan format setengah kompetisi, turnamen ini mencuri atensi pimpinan daerah. Ketua DPRD Kabupaten Karawang hadir langsung membuka turnamen, didampingi Wakil Ketua DPRD dan jajaran Kapolsek. Kehadiran format ring satu kekuasaan lokal ini mengirimkan sinyal kuat: voli akar rumput (grassroots) bukan lagi anak tiri agenda olahraga.
​Wakil Ketua PBVSI Karawang, Waluyo, memandang momentum ini sebagai instrumen akselerasi.
​"Kita berikan kesempatan anak-anak pelajar menyalurkan bakat dan prestasi. Dari level pemula, junior, hingga senior, Karawang kini makin masif menggelar event," ujar Waluyo.
​Benang merahnya terang: merajut pipeline atlet sejak dini agar kelak tak sekadar jago kandang, melainkan siap mengisi gerbong utama skuad Jawa Barat.
​Paradoks Rumput Bawah: Meluber Klub, Haus Payung Strategis
​Di balik kemeriahan rekor 26 tim, sebuah catatan reflektif disuarakan dari dapur klub. Andi (Vore One) menunjuk sebuah paradoks: Karawang surplus klub pembina, tetapi mendesak butuh arsitektur perlindungan dan pembinaan yang lebih terpadu dari induk organisasi.
​"Potensi klub di Karawang sangat banyak. Tinggal bagaimana federasi membawahi, menaungi, dan tentu membina klub-klub ini untuk mencetak hasil yang handal," urai Andi. Kabar baiknya, lampu hijau dari pemerintah daerah mulai menyala dalam bentuk dukungan moral maupun atensi riil.
​Box Data Turnamen:
​Kategori Usia: Maksimal 13 tahun (pelajar SMP)
​Partisipasi: 26 klub (Jabar, DKI Jakarta, Banten)
​Distribusi Jabar Dominan: Kab. Bekasi (5 tim), Kota Bekasi, Majalengka, Ciamis, Karawang
​Ekspedisi Luar Jabar: DKI Jakarta (5 tim), Banten (1 tim)
​Format & Durasi: Setengah kompetisi (2 hari, 19–20 September 2026)
​Pool Hadiah: Rp7.000.000 (Juara 1–4)
​Catatan Jurnalis
​HUT ke-6 PBVSI di Karawang meletakkan satu tesis empiris: pembinaan otonom yang digerakkan komunitas seperti Vore One seringkali lebih berdenyut ketimbang seremoni birokratis tanpa akar. PR besar berikutnya menanti di tikungan tajam: bisakah negara—melalui sinergi PBVSI dan Pemda—mengonversi ledakan U-13 ini menjadi suplay line atlet jangka panjang, atau ia sekadar kembang api akhir pekan yang padam sesepulangnya piala?

Penulis : Ida Maryati

HUT ke-6 Vore One Karawang Gebrak Tiga Provinsi Lewat Liga Voli Pelajar SMP


​
KARAWANG — Peringatan Hari Jadi ke-6 Vore One Kabupaten Karawang diwarnai terobosan pembinaan usia dini. Berkolaborasi dengan Vere One, PBVSI Karawang menggulirkan turnamen bola voli antarpelajar tingkat SMP yang melibatkan tim dari tiga wilayah: Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.
​Ajang kompetitif ini resmi dibuka oleh Ketua DPRD Kabupaten Karawang pada Sabtu (19/9/2026), turut dihadiri oleh jajaran Wakil Ketua DPRD dan unsur kepolisian sektor (Kapolsek).
​Format Setengah Kompetisi dan 26 Klub Lintas Daerah
​Turnamen yang berlangsung selama dua hari (19–20 September 2026) ini diikuti sebanyak 26 klub pelajar SMP. Seluruh tim bertarung dengan format setengah kompetisi memperebutkan total hadiah pembinaan senilai Rp7 juta rupiah.
​Wakil Ketua PBVSI Karawang, Waluyo, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang aktualisasi diri bagi atlet usia pelajar.
​"Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak pelajar untuk mengembangkan serta menyalurkan bakat dan prestasi mereka," ujar Waluyo di sela-sela kegiatan.
​Proyeksi Jangka Panjang Pembinaan Daerah
​Menurut Waluyo, penguatan prestasi voli di Kabupaten Karawang saat ini dilakukan secara bertingkat melalui agenda rutin di kelompok usia pemula, junior, hingga senior.
​Ia memproyeksikan konsistensi pembinaan tingkat pelajar ini sebagai lumbung talenta daerah. Harapan ke depan, bibit-bibit muda asal Karawang mampu menembus skuad representatif tingkat provinsi Jawa Barat hingga level nasional.
​Ringkasan Penyelenggaraan
​Agenda: HUT ke-6 PBVSI Kabupaten Karawang & Turnamen Voli Pelajar SMP
​Cakupan Wilayah: Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten (26 klub)
​Waktu Pelaksanaan: 19–20 September 2026 (2 hari)
​Format: Setengah kompetisi
​Total Hadiah: Rp7.000.000
​Penyelenggara: PBVSI Karawang & Vere One

Penulis : Ida Maryati

Darurat Pil Terlarang & Bayang-Bayang Hitam Karawang: 36 Tersangka Disikat, 80 Ribu Butir UKT Diamankan


​Catatan Redaksi: Transkrip rilis kepolisian (diolah dari laporan voice-note/teks lapangan periode Juli–Agustus 2026) merefleksikan perang terbuka jajaran Satres Narkoba terhadap peredaran gelap zat adiktif dan obat keras di Bumi Perjuangan.
​🚨 Angka Hitam Juli–Agustus 2026: 30 Kasus, 36 Tersangka
​Musim panas di Karawang diwarnai operasi senyap penegak hukum. Selama Juli hingga Agustus 2026, Satres Narkoba Polres Karawang mencatat 30 laporan/perkara dengan total 36 tersangka—mulai dari level pengedar hingga pemain lapangan.
​Rincian Tangkapan Utama:
​Narkotika Golongan:
​Sabu (kurang lebih 1 gram dari klaster kasus terkait) / total klaster narkotika mencakup 2 perkara khusus dengan 21 tersangka (catatan silang rilis: penanganan lintas perkara total 36 tersangkaakumulatif). Fokus mayoritas pada pergeseran masif ke farmasi ilegal.
​Obat Keras Tertentu (OKT):
​Dominasi telak! 12 kasus dengan 12 tersangka.
​Total barang bukti farmasi liar tembus 80.709 butir:
​47.197 butir Tramadol
​25.065 butir Eximer
​7.277 butir pil Double Y
​🕵️‍♂️ Bedah Modus: "Drop System" & Muslihat Titip Jejak
​Para pelaku tak lagi bermain konvensional. Demi mengelabui mataera hukum, syndicates menerapkan drop system—transaksi tanpa tatap muka muka (dead drop) di mana barang ditaruh di titik koordinat rahasia yang disepakati via komunikasi digital.
​Kendati begitu, jejak digital dan jaringan lapangan tetap terkunci oleh Tim Satres Narkoba Karawang.
​⚖️ Ancaman Berat di Depan Mata
​Jerat hukum tak main-main disiapkan penyidik bagi para pelaku:
​Kasus Narkotika: Pasal 114 ayat (1) & (2) serta Pasal 111 ayat (1) UU Narkotika. Ancaman minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun penjara.
​Kasus OKT (Obat Keras Tertentu): Pasal 435 jo. Pasal 436 ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ancaman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara.
​🛡️ Penyelamatan: 47.000 Jiwa Diselamatkan
​Di balik angka 80 ribu lebih butir pil penenang/pembatas kesadaran yang disita, kalkulasi kepolisian menyebut langkah ini menyelamatkan sedikitnya 47.000 jiwa warga Karawang dari potensi destruksi mental dan sosial akibat penyalahgunaan farmasi ilegal.
​“Operasi ini bukan sekadar tangkapan angka, tapi proteksi nyata terhadap generasi muda Karawang,” tegas perwakilan rilis Polres Karawang.
​Apakah Anda ingin sudut pandang (angle) artikel ini diubah menjadi laporan investigatif mendalam (feature) atau format siaran pers formal instansi?

Penulis : Ida Maryati

Teror 12 TKP Berakhir di Ujung Timah Panas: Polresta

KARAWANG — Jajaran Polresta Karawang merobek jaringan pencurian dengan kekerasan (curas) lintas lokasi yang kerap menebar teror malam di Kota Lumbung Padi. Dua dari lima pelaku diganjar tindakan tegas terukur, sementara dua lainnya masih diburu penyidik.
​Kepala Polresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto dalam konferensi pers di Press Room Polresta Karawang, Jumat (18/9/2026), membeberkan bahwa komplotan ini tercatat beraksi di 12 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.
​Kronologi Pembegalan Dini Hari
​Aksi brutal terakhir komplotan ini tercatat pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 02.30 WIB. Korban bernama Randy melintas di ruas jalan sepi perbatasan Desa Bayur Kidul dan dusun sekitar, Kecamatan Cilamaya Kulon.
​Empat pelaku yang datang berboncengan menggunakan dua sepeda motor memepet paksa kendaraan korban.
​Eksekusi: Salah satu pelaku melayangkan tendangan ke arah motor hingga korban tersungkur.
​Ancaman: Pelaku mengacungkan senjata tajam jenis golok untuk melumpuhkan nyali korban.
​Jarahan: Sepeda motor Honda Beat milik korban dilarikan komplotan tersebut secara beruntun.
​5 Pemain, 12 TKP, 2 Buron
​Hasil pengembangan Satreskrim Polresta Karawang memetakan struktur komplotan beranggotakan lima orang:
Status Hukum / Peran Jumlah / Keterangan
Diamankan / Tindakan Tegas 2 pelaku (termasuk berinisial KPP; dilumpuhkan di kaki karena melawan saat penangkapan)
Jejak kejahatan mereka terbentang di 12 titik, meliputi kawasan Surabayan, ruas Jalan Baru (perkotaan), hingga area persawahan di Cilamaya.
​Barang Bukti dan Jerat Hukum
​Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di hadapan media:
​1 bilah senjata tajam (golok)
​1 unit sepeda motor Honda Beat (milik korban)
​Kendaraan operasional yang digunakan pelaku saat beraksi
​Penyidik menjerat para tersangka dengan Pasal 479 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun.
​Polresta Karawang saat ini memburu sisa DPO sekaligus mendalami kemungkinan keterlibatan penadah penampung kendaraan hasil kejahatan di wilayah Karawang dan sekitarnya

Penulis : Ida Maryati

Selasa, 15 September 2026

Politik Berdampak Ala PKB: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem Lewat Rumah Layak Huni di Baturaden

Asa Baru dari Batujaya: Ketika Politik Hadir Mengubah Atap Rumah Menjadi Simbol Martabat
​Di bawah langit Dusun Rengas Jaya, sebuah perubahan sunyi namun berdampak besar tengah berlangsung. Atap-atap rumah yang dulunya bocor dan mengancam keselamatan kini bersiap disulap menjadi hunian yang kokoh. Melalui program Bedah Rumah PKB Peduli Umat Melayani Rakyat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuktikan bahwa politik praktis bisa diterjemahkan menjadi kerja nyata yang menyentuh nadi kehidupan masyarakat paling bawah.
​Penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang menyasar kediaman Bapak Saarih di Desa Baturaden, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, bukan sekadar seremonial biasa. Ini adalah manifestasi dari kehadiran negara dan partai politik di tengah jerit rakyat yang membutuhkan

​Program ini tidak berjalan serampangan. Ada standar seleksi ketat yang diterapkan agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang berhak, memadukan transparansi data dan aksi jemput bola di lapangan:

​Sasaran utama adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berstatus keluarga dengan penghasilan masuk dalam desil 1–4 (masyarakat berpenghasilan rendah atau setara UMP/UMK).

​Memiliki satu-satunya rumah rusak berat/sedang yang membahayakan keselamatan, berdiri di atas tanah sah dan tidak dalam sengketa.

​Tim verifikator tidak hanya memantau lingkungan, tetapi juga aktif berkoordinasi langsung dengan operator desa demi memastikan validitas data target bantuan.
​Kemandirian & Gotong Royong: Penerima belum pernah menerima bantuan serupa dalam 10 tahun terakhir serta siap berkomitmen berswadaya dan bergotong royong bersama Kelompok Penerima Bantuan (KPB).
​
Bukan Sekadar Proyek Fisik
​Dalam pandangan DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, program ini memikul misi makro yang jauh lebih luas: menjadi ujung tombak penumpasan angka kemiskinan ekstrem di Tatar Pasundan.
​"Bagi kami, Rutilahu bukan sekadar proyek fisik bangunan. Ini adalah investasi kemanusiaan untuk meningkatkan martabat, kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup warga Jawa Barat yang paling membutuhkan."Kata Ketua DPC PKB H Rahmat Hidayat Djati
​Ketika sebuah keluarga memiliki rumah yang layak huni, rasa aman tercipta. Dari rasa aman itulah kesehatan fisik membaik, produktivitas kerja meningkat, dan roda pemulihan ekonomi keluarga perlahan berputar kembali.
​Dari Batujaya untuk Jawa Barat, PKB mengirimkan pesan kuat: politik adalah tentang menghadirkan kenyamanan, mengembalikan senyum, dan menegakkan martabat rakyat.
​Bagaimana pandangan Anda mengenai efektivitas kolaborasi antara partai politik dan masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui program infrastruktur skala mikro seperti ini?

Penulis : Ida Maryati

Senin, 14 September 2026

Aksi Culas di Jalur Industri Karawang: Truk PT APMS Ketahuan Pindahkan Solar ke Pengepul

KARAWANG — Praktik lancung penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) kembali mencoreng kawasan industri Karawang. Sebuah truk berukuran besar yang diduga kuat  milik PT APMS tertangkap kamera warga tengah melakukan aksi "kencing solar"—istilah populer untuk tindakan memindahkan muatan BBM secara ilegal kepada pengepul.

​Peristiwa meresahkan ini terjadi di jalur lintas strategis dari arah Dawuan menuju Kali Hurip, tepatnya di kawasan seberang PT Indogres. Aksi culas tersebut sontak memantik geram warga sekitar dan pengguna jalan lantaran dikhawatirkan memicu kerawanan sosial serta mengganggu distribusi energi di zona industri padat tersebut.

​Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar luas di tengah masyarakat, truk berat beridentitas korporasi tersebut tampak sengaja menepi di titik yang relatif sepi. Sang pengemudi kedapatan memindahkan sebagian muatan solar dari tangki kendaraan ke sejumlah jerigen menggunakan bantuan selang modifikasi. Modus operandi klasik ini lazim digerakkan demi meraup cuan pribadi dari selisih harga jual, dengan memanfaatkan celah lemahnya pengawasan di jalur-jalur alternatif kawasan pabrik.

​Tindakan  ini bukan sekadar pelanggaran etika kerja, melainkan kejahatan murni yang diancam sanksi pidana berat berdasarkan hukum positif di Indonesia. Praktik penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM diatur tegas dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
​ Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi dipidana penjara maksimal 6 tahun.

​Pelaku terancam sanksi denda hingga menembus angka Rp60.000.000.000 (enam puluh miliar rupiah).
​ Keterlibatan manajemen perusahaan turut mendesak untuk diselidiki guna membongkar kemungkinan adanya pembiaran atau lemahnya Standar Operasional Prosedur (SOP) internal dalam pengawasan armada.

​Masyarakat bersama para pemerhati hukum lokal mendesak jajaran kepolisian di wilayah hukum Karawang untuk bergerak cepat mengusut tuntas temuan ini. Pemanggilan terhadap manajemen PT APMS serta jaringan pengepul yang terlibat mutlak dilakukan demi menghentikan rantai kejahatan yang merugikan keuangan negara dan meresahkan publik.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari pihak manajemen PT APMS terkait dugaan aksi ilegal tersebut. Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak-pihak terkait.

Penulis : Ida Maryati

1 Harumkan Nama Cikampek, Azzahra Ananda Fortuna Sabet Juara 3 Mojang Jajaka Karawang 2026 Gemilang di Panggung Mojang Jajaka, Azzahra Ananda Fortuna Bawa Nama Cikampek Wakili Cikampek, Berhasil Raih Juara 3 Mojang Jajaka Karawang ke-364

Azzahra Ananda Fortuna Raih Juara 3 Mojang Jajaka Karawang 2026

KARAWANG — Prestasi membanggakan ditorehkan Azzahra Ananda Fortuna yang berhasil meraih Juara 3 Mojang Jajaka Karawang 2026 dalam gelaran Mojang Jajaka Karawang ke-36 yang berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Karawang, Sabtu (12/9/2026). Dalam ajang tersebut, Azzahra tampil sebagai perwakilan Kecamatan Cikampek.
Ajang Mojang Jajaka Karawang ke-36 tahun 2026 diikuti sebanyak 24 peserta yang merupakan putra-putri terbaik dari berbagai wilayah di Kabupaten Karawang. Para peserta mengikuti sejumlah tahapan penilaian dengan menampilkan kemampuan, wawasan, kepribadian, kemampuan komunikasi, serta pengetahuan mengenai potensi daerah.
Keberhasilan Azzahra meraih posisi ketiga menjadi prestasi sekaligus kebanggaan bagi Kecamatan Cikampek. Capaian tersebut menunjukkan bahwa generasi muda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Karawang memiliki potensi untuk berprestasi dan mampu bersaing dalam ajang yang menjadi salah satu wadah pengembangan bakat serta promosi potensi daerah.

Gelaran Mojang Jajaka Karawang ke-36 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam memperkenalkan budaya, pariwisata, ekonomi kreatif dan berbagai potensi unggulan Kabupaten Karawang. Para Mojang dan Jajaka diharapkan mampu menjadi duta daerah yang memiliki wawasan luas serta kepedulian terhadap kemajuan Karawang.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Wakil Bupati Karawang H. Maslani, jajaran Forkopimda, serta seluruh staf Pemerintah Kabupaten Karawang. Turut hadir para tamu undangan lainnya, di antaranya Mojang Karawang angkatan pertama Lisna Wulan Sari, Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Karawang Rizky Pribadi, para sponsor, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Mojang Jajaka Karawang yang menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri. Menurutnya, para peserta tidak hanya dituntut untuk berkompetisi, tetapi juga diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Karawang.

“Mojang Jajaka bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi bagaimana generasi muda mampu menjadi duta Karawang, mengenalkan budaya, pariwisata dan potensi daerah kepada masyarakat luas. Saya berharap para peserta terus berkarya, berprestasi dan memberikan kontribusi positif untuk Karawang,” ujar Bupati.

Raihan Juara 3 oleh Azzahra Ananda Fortuna sebagai perwakilan Kecamatan Cikampek menjadi bukti bahwa semangat dan potensi generasi muda di tingkat kecamatan mampu bersinar dalam ajang bergengsi tingkat Kabupaten Karawang. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi Azzahra dan generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan serta memberikan kontribusi positif bagi daerah.

Penulis : Ida Maryati