Minggu, 23 Agustus 2026
Ketika Karawang Berdenyut: Saat Kirab Budaya Tamansari Menghidupkan Kembali Jiwa Desa
Ketika Karawang Berdenyut: Saat Kirab Budaya Tamansari Menghidupkan Kembali Jiwa Desa
Sabtu, 22 Agustus 2026
Pesta Rakyat HUT ke-25 Partai Demokrat: Kolaborasi Pemimpin dan Warga Berbalut Tradisi di Karawang
Semarak Demokrasi di Dusun Krajan II: Wujud Nyata Aspirasi Warga
BPK Saleh Suhendar Terpilih Jadi BPD Dusun Krajan II Desa Kondang Jaya dengan 35 Suara
Jumat, 21 Agustus 2026
BPK Saleh Suhendar Terpilih Jadi DPD Dusun Krajan II Desa Kondang Jaya dengan 35 Suara*
Pesta Demokrasi Dusun 1 Mulyasari Rampung: Harno dan Asep Siap Emban Mandat Warga
Kamis, 20 Agustus 2026
BRI Tambah 47 Mesin CRM Transaksi Makin Cepat Tanpa Antri
HUT Kemerdekaan RI ke-81, Ketum Laskar NKRI Soroti Masih Menjamurnya Praktik Korupsi yang Berdampak pada ‘Kemiskinan Ekstrem’
Rabu, 19 Agustus 2026
Kala Sekolah Nyaris Rubuh Ditikam Mangkraknya Proyek: Jeritan SDN Sukaluyu III yang Luput dari Perhatian"
Suara Hati Rakyat my.id.Di tengah deru pembangunan Kabupaten Karawang, sebuah potret kontras tersaji di Dusun Babakan Islam, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur. Alih-alih menghadirkan rasa aman dan semangat belajar bagi ratusan anak bangsa, proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Sukaluyu III justru menjelma menjadi monumen kecemasan: mangkrak, terbengkalai, dan luput dari pengawasan.
Kala Sekolah Nyaris Rubuh Ditikam Mangkraknya Proyek: Jeritan SDN Sukaluyu III yang Luput dari Perhatian"
Minggu, 16 Agustus 2026
Lagu Potret yang menggambarkan Baktinya seorang anak untuk orang tuanya.
Pesta Merdeka Yang Di Meriahkan Oleh Perum Griya Permata Residence Desa Sukasari Kecamatan Purwasari Karawang.
Jumat, 14 Agustus 2026
Menguak Tabir Buta Aksara Al-Qur'an: LPQQ Karawang Kobarkan Gerakan Nasional di Aula Husni Hamid
Gelora Merah Putih di Karawang: Ribuan Massa Laskar NKRI Tumpah Ruah dalam Fun Run HUT RI ke-81
Suara Hati Rakyat KARAWANG — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Karawang menorehkan catatan sejarah tersendiri. Mengusung semangat kebersamaan, persatuan, dan gaya hidup sehat, ormas Laskar NKRI sukses menggelar acara Fun Run yang meriah, energetik, dan penuh kekeluargaan.
TABUR BUNGA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI VETERAN NASIONAL
*TABUR BUNGA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI VETERAN NASIONAL**Karawang, 15 Agustus 2026* *Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional, Pengurus Cabang Pemuda Panca Marga (PPM) Kab Karawang.**Karawang melaksanakan kegiatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan.**Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Karawang, bersama para pengurus LVRI, baik dari LVRI Ranting dan beserta jajaran.**Kegiatan tabur bunga ini menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan serta veteran yang telah berjuang demi kemerdekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.**Selain sebagai bentuk penghormatan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh generasi penerus untuk terus menjaga semangat kejuangan, jiwa patriotisme, persatuan, dan nilai-nilai luhur perjuangan para pendahulu bangsa.**Tabur bunga dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional.* *Sabtu, 15 Agustus 2026.**TAMAN MAKAM PAHLAWAN, KARAWANG.**Untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan dan veteran yang telah berjuang untuk bangsa dan negara.**Dilaksanakan melalui kegiatan ziarah dan tabur bunga yang diikuti jajaran LVRI dan keluarga besar PPM.**Di akhiri dengan sesi foto bersama* *TANHANA DHARMA MANGRWA*
Bengkel Dadakan di Markas Polisi: Saat Ratusan "Pejuang Jalanan" Karawang Dimanja Servis dan Oli Gratis
Kamis, 13 Agustus 2026
*Rayakan HUT ke-16, Annisa Kirana Ramadhani: Siswi SMA Sekaligus Santri Tahfidz di Karawang* *Karawang, 12 Agustus 2026 - Suara Hati http://Rakyat.my.id* Tepat di hari Rabu, 12 Agustus 2026, Annisa Kirana Ramadhani merayakan Hari Ulang Tahunnya. Di usia yang ke-16 ini, doa dan harapan terbaik mengalir untuknya agar selalu diberikan kesehatan, menjadi anak yang sholihah, dan berbakti kepada kedua orang tua. Annisa adalah putri ketujuh dari pasangan Abdullah Cholid dan Ida Maryati. Saat ini ia menempuh pendidikan di bangku SMA kelas 10, sembari menuntut ilmu di Pondok Tahfidz Qur'an yang berada di Desa Ranggon, Kecamatan Karawang Timur, Jawa Barat. Kebiasaan Annisa sekolah sambil mondok sudah ia jalani sejak SMP. Dulu ia pernah mondok di daerah Cibadak, Sukabumi. Hingga saat ini ia tetap berkomitmen melanjutkan pendidikan formalnya sekaligus mondok di Karawang. Dikenal ramah, baik hati, rajin, dan santun, Annisa menjadi kebanggaan keluarga. Semangatnya dalam menghafal Qur'an dan belajar tidak pernah surut. Cita-cita besar Annisa adalah menjadi seorang Dokter. Keluarga dan orang-orang terdekat terus mendoakan agar segala cita-cita Annisa dapat terkabul dan menjadi berkah untuk sesama. --- Mau sekalian aku bikinin versi ucapan singkat buat caption IG/FB + foto, atau versi press release yang lebih formal buat media?
*Rayakan HUT ke-16, Annisa Kirana Ramadhani: Siswi SMA Sekaligus Santri Tahfidz di Karawang*
*Karawang, 12 Agustus 2026 - Suara Hati http://Rakyat.my.id*
Tepat di hari Rabu, 12 Agustus 2026, Annisa Kirana Ramadhani merayakan Hari Ulang Tahunnya. Di usia yang ke-16 ini, doa dan harapan terbaik mengalir untuknya agar selalu diberikan kesehatan, menjadi anak yang sholihah, dan berbakti kepada kedua orang tua.
Annisa adalah putri ketujuh dari pasangan Abdullah Cholid dan Ida Maryati. Saat ini ia menempuh pendidikan di bangku SMA kelas 10, sembari menuntut ilmu di Pondok Tahfidz Qur'an yang berada di Desa Ranggon, Kecamatan Karawang Timur, Jawa Barat.
Kebiasaan Annisa sekolah sambil mondok sudah ia jalani sejak SMP. Dulu ia pernah mondok di daerah Cibadak, Sukabumi. Hingga saat ini ia tetap berkomitmen melanjutkan pendidikan formalnya sekaligus mondok di Karawang.
Dikenal ramah, baik hati, rajin, dan santun, Annisa menjadi kebanggaan keluarga. Semangatnya dalam menghafal Qur'an dan belajar tidak pernah surut.
Cita-cita besar Annisa adalah menjadi seorang Dokter. Keluarga dan orang-orang terdekat terus mendoakan agar segala cita-cita Annisa dapat terkabul dan menjadi berkah untuk sesama.
Ida Maryati (Suara Hati Rakyat)
---
Mau sekalian aku bikinin versi ucapan singkat buat caption IG/FB + foto, atau versi press release yang lebih formal buat media?
Rabu, 12 Agustus 2026
Meriahkan HUT RI ke-81, Kecamatan Purwasari Gelar Lomba Baris-Berbaris dan Hiburan Rakyat
Acara puncak yang digelar hari ini diisi dengan Lomba Baris-Berbaris yang diikuti perwakilan dari 8 desa se-Kecamatan Purwasari. Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai perlombaan rakyat lainnya serta hiburan untuk memeriahkan suasana kemerdekaan di tingkat kecamatan.
Camat Purwasari, H. Nendi Sopandi, S.Kom., P.p., M.M. hadir langsung dan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia. Dalam sambutannya, Bapak Camat berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang memeriahkan HUT RI, tetapi juga bisa menjadi momentum untuk menanamkan kedisiplinan.
"Saya berharap melalui kegiatan seperti baris-berbaris ini, kita bisa menerapkan kedisiplinan kepada LINMAS yang ada di 8 Desa di Kecamatan Purwasari. Karena LINMAS merupakan garda terdepan dari pemerintahan, baik di tingkat Desa maupun Kecamatan," ujar Nendi Sopandi.
Antusiasme warga terlihat tinggi. Masyarakat dari berbagai desa memadati lokasi acara untuk mengikuti dan menyaksikan rangkaian lomba. Diharapkan kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan masyarakat Purwasari.
Ida Maryati (Suara Hati Rakyat)
Penertiban Pedagang Kaki Lima yg dilakukan oleh Dinas PUPR berlangsung Kondusif.
Meski menyadari posisi berjualan di atas fasilitas umum seperti trotoar dan badan jalan melanggar ketentuan, para pedagang menekankan dimensi kemanusiaan di balik penertiban ini. PKL yang menggantungkan mata pencaharian untuk menghidupi keluarga berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pengosongan lahan, melainkan juga memberikan solusi relokasi yang konkret dan legal.
Penulis Ida Maryati
Poin utama yang menjadi keresahan warga pedagang mencakup beberapa aspek krusial:
Pemerintah diminta mempertegas status penertiban jalan mati di kawasan tersebut—apakah penertiban dilakukan untuk proyek pembangunan underpass yang sudah pasti atau baru sebatas wacana.
Terdapat ketidaksesuaian data antara Dinas UPTD yang mendata 229 pedagang dengan data penertiban di lapangan, sehingga memicu ketidakpastian bagi para pelaku usaha kecil.
Pedagang siap mendukung program penataan kota, dengan syarat diberikan tempat pengganti yang layak, nyaman, serta sanggup menampung kepadatan pedagang (mengingat 1 kios permanen kerap digunakan bergantian hingga 3 shift kerja).
Lahan relokasi di Pasar Pemda yang melibatkan pihak pengelola (Celebest dan PT AMS) dinilai masih menyisakan sengketa yang belum tuntas. Pedagang menolak dijadikan "bola pingpong" yang dipindahkan lalu diusir kembali di kemudian hari karena aturan sepihak pasar swasta.
Kebijakan sewa (seperti tarif los atau kios hingga jutaan rupiah per tahun) tidak boleh memberatkan PKL yang sedang berjuang menata ulang usahanya.
Sebelum penertiban dijalankan, pedagang mendesak Pemerintah Daerah bersama Dinas terkait, Satpol PP, pengelola pasar swasta, dan perwakilan PKL duduk bersama dalam forum resmi.
Pedagang menuntut adanya bermaterai yang menjamin bahwa lokasi relokasi benar-benar siap, aman jangka panjang, dan terlindungi oleh pemerintah. Pemerintah tidak boleh mengorbankan nasib rakyat kecil demi kepentingan proyek tanpa kepastian mata pencaharian pengganti.
Muhana: GEBRAK LALIN ASRI Bukan Sekali, Tapi Program Rutin Bersihkan Jembatan Kumuh di Karawang
Kongres ke-II Ormas GMPI: Kukuhkan Solidaritas "Bersaudara Sampai Urat Nadi"
KARAWANG — Suasana khidmat sekaligus membakar semangat tampak memadati Briths Hotel, Karawang. Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak cepat, Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Militan Pejuang Indonesia (GMPI) secara resmi menggelar Kongres ke-II pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Mengusung napas perjuangan dan solidaritas tingkat tinggi, hajatan besar ini mengukuhkan sebuah slogan yang telah mendarah daging di tubuh organisasi: "Bersaudara Sampai Urat Nadi".
Sebagai salah satu pilar kekuatan sosial di Kabupaten Karawang —yang dikenal sebagai tanah pangkal perjuangan— eksistensi Ormas GMPI tidak hanya diukur dari seberapa besar massa yang digerakkan, tetapi dari bagaimana fungsi fundamental organisasi kemasyarakatan dijalankan secara nyata.
Dalam pandangan dunia jurnalistik modern, fungsi utama ormas hari ini telah bergeser dari sekadar wadah berkumpul menjadi agen kontrol sosial yang konstruktif, jembatan aspirasi, serta garda terdepan dalam advokasi masyarakat. Melalui Kongres ke-II ini, GMPI berupaya merefleksikan peran strategisnya:
Menjadi penyeimbang kebijakan publik yang objektif, memastikan setiap regulasi berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Menghilangkan ego sektoral antar-anggota maupun elemen masyarakat lain, guna meredam potensi gesekan sosial di tingkat akar rumput.
Mendorong kader agar aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pengawalan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat.
Momentum Refleksi dan Konsolidasi Nasional
Kongres ke-II di Briths Hotel Karawang ini menjadi titik krusial bagi kepemimpinan GMPI untuk merumuskan arah gerak organisasi ke depan. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, soliditas internal menjadi harga mati. Slogan "Bersaudara Sampai Urat Nadi" bukan sekadar kalimat pemanis di atas kertas, melainkan manifestasi ikatan batin antarkader yang diuji dalam kesetiakawanan sosial—baik dalam suka maupun duka.
"Organisasi yang kuat lahir dari ketulusan anggotanya dalam merawat persaudaraan, dan hari ini GMPI membuktikan bahwa denyut nadi perjuangan itu masih hidup dan bergemuruh di Karawang."
Semarak Perayaan Lintas Elemen.
Selain agenda krusial kongres di hotel, dinamika pergerakan massa dan peringatan hari jadi di wilayah Karawang juga diramaikan dengan berbagai agenda penting lainnya, termasuk perayaan hari jadi sejumlah elemen sosial kemasyarakatan—seperti semarak perayaan HUT ke-5 yang dipusatkan di Lapang Karangpawitan, yang turut menjadi ruang ekspresi kebersamaan warga di ruang publik.
Dengan terselenggaranya Kongres ke-II GMPI ini, publik menaruh harapan besar agar ormas tidak terjebak pada simbol-simbol kelompok semata, melainkan terus konsisten membuktikan fungsi nyata sebagai pelayan umat, pengawal kebijakan pro-rakyat, dan penjaga kedamaian di Kabupaten Karawang hingga kancah nasional
Ida Maryati (Suara Hati Rakyat)
Selasa, 11 Agustus 2026
Gelar Kongres ke-II, Ormas GMPI Perkuat Peran Kontrol Sosial dan Aspirasi Rakyat
KARAWANG — Suasana khidmat sekaligus membakar semangat tampak memadati Briths Hotel, Karawang. Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak cepat, Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Militan Pejuang Indonesia (GMPI) secara resmi menggelar Kongres ke-II pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Mengusung napas perjuangan dan solidaritas tingkat tinggi, hajatan besar ini mengukuhkan sebuah slogan yang telah mendarah daging di tubuh organisasi: "Bersaudara Sampai Urat Nadi".
Sebagai salah satu pilar kekuatan sosial di Kabupaten Karawang —yang dikenal sebagai tanah pangkal perjuangan— eksistensi Ormas GMPI tidak hanya diukur dari seberapa besar massa yang digerakkan, tetapi dari bagaimana fungsi fundamental organisasi kemasyarakatan dijalankan secara nyata.
Dalam pandangan dunia jurnalistik modern, fungsi utama ormas hari ini telah bergeser dari sekadar wadah berkumpul menjadi agen kontrol sosial yang konstruktif, jembatan aspirasi, serta garda terdepan dalam advokasi masyarakat. Melalui Kongres ke-II ini, GMPI berupaya merefleksikan peran strategisnya:
Menjadi penyeimbang kebijakan publik yang objektif, memastikan setiap regulasi berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Menghilangkan ego sektoral antar-anggota maupun elemen masyarakat lain, guna meredam potensi gesekan sosial di tingkat akar rumput.
Mendorong kader agar aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pengawalan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat.
Momentum Refleksi dan Konsolidasi Nasional
Kongres ke-II di Briths Hotel Karawang ini menjadi titik krusial bagi kepemimpinan GMPI untuk merumuskan arah gerak organisasi ke depan. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, soliditas internal menjadi harga mati. Slogan "Bersaudara Sampai Urat Nadi" bukan sekadar kalimat pemanis di atas kertas, melainkan manifestasi ikatan batin antarkader yang diuji dalam kesetiakawanan sosial—baik dalam suka maupun duka.
"Organisasi yang kuat lahir dari ketulusan anggotanya dalam merawat persaudaraan, dan hari ini GMPI membuktikan bahwa denyut nadi perjuangan itu masih hidup dan bergemuruh di Karawang."
Semarak Perayaan Lintas Elemen.
Selain agenda krusial kongres di hotel, dinamika pergerakan massa dan peringatan hari jadi di wilayah Karawang juga diramaikan dengan berbagai agenda penting lainnya, termasuk perayaan hari jadi sejumlah elemen sosial kemasyarakatan—seperti semarak perayaan HUT ke-5 yang dipusatkan di Lapang Karangpawitan, yang turut menjadi ruang ekspresi kebersamaan warga di ruang publik.
Dengan terselenggaranya Kongres ke-II GMPI ini, publik menaruh harapan besar agar ormas tidak terjebak pada simbol-simbol kelompok semata, melainkan terus konsisten membuktikan fungsi nyata sebagai pelayan umat, pengawal kebijakan pro-rakyat, dan penjaga kedamaian di Kabupaten Karawang hingga kancah nasional.
Ida Maryati (Suara Hati Rakyat)
Unsika Karawang Wisuda 1517 Mahasiswa Dari Berbagai Jurusan Tahun 2026
KARAWANG – Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) kembali mencatat momentum penting dalam perjalanan akademiknya. Sebanyak 1.517 lulusan dari jenjang Diploma, Sarjana, hingga Magister resmi mengikuti prosesi Wisuda Periode Agustus 2026 yang digelar selama dua hari, 11–12 Agustus 2026, di Aula Syekh Quro UNSIKA.
Prosesi wisuda dilaksanakan dalam dua sesi. Pada sesi pertama, Selasa (11/8/2026), UNSIKA mewisuda sebanyak 772 lulusan yang berasal dari Fakultas Hukum, Fakultas Agama Islam, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Komputer.
Sementara sesi kedua pada Rabu (12/8/2026) diikuti 745 lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Ilmu Kesehatan.
Dari total 1.517 wisudawan, sebanyak 1.467 merupakan lulusan program Sarjana, 20 lulusan program Diploma, dan 30 lulusan program Magister.
Adapun sebaran lulusan berdasarkan fakultas terdiri atas Fakultas Agama Islam sebanyak 229 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 207 orang, Fakultas Hukum 154 orang, Fakultas Ilmu Kesehatan 121 orang, Fakultas Ilmu Komputer 155 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 252 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 127 orang, Fakultas Pertanian 38 orang, serta Fakultas Teknik sebanyak 234 orang.
Lulusan Berprestasi dengan IPK Hampir Sempurna
Wisuda Periode Agustus 2026 juga menjadi panggung apresiasi bagi para lulusan terbaik yang berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat Pujian dan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi.
Sejumlah nama yang tercatat sebagai lulusan terbaik antara lain Pepe Febianti, M.H., lulusan Program Magister Ilmu Hukum dengan IPK 3,93; Firda Zahrah, S.H., Program Sarjana Ilmu Hukum dengan IPK 3,99; serta Ardhini Rhisnu Fadylla, M.M., Program Magister Manajemen dengan IPK 3,93.
Kemudian Nia Amelia Kartika, S.Ak., Sarjana Akuntansi dengan IPK 3,98; Syifa Nida Zahra, A.Md.Ak., Diploma Tiga Akuntansi dengan IPK 3,94; Panji Abdul Azis, M.Pd., Magister Pendidikan Jasmani dengan IPK 3,93; serta Nelly Rahmawati Ningsih, M.Pd., Magister Administrasi Pendidikan dengan IPK 3,95.
Prestasi serupa juga ditorehkan Mery Ardiyani, S.Pd., Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,95; Inayah Alfarida, S.P., Sarjana Agroteknologi dengan IPK 3,88; dan Ana Tiara Syalwa, S.Pd., Sarjana Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3,93.
Dari fakultas lainnya, terdapat Naufal Rabbani Sumitra, S.T., Sarjana Teknik Industri dengan IPK 3,95; Dzikri Maulana, S.Kom., Sarjana Informatika dengan IPK 3,98; Raisa Siti Aminah, S.I.P., Sarjana Ilmu Pemerintahan dengan IPK 3,97; serta Amellia Aisyti Zen Arjaeni Malik, S.Gz., Sarjana Gizi dengan IPK 3,94.
Rektor: Ilmu Harus Memberi Manfaat
Dalam sambutannya, Rektor UNSIKA Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc. menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan.
Ia berpesan agar ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNSIKA tidak berhenti pada pencapaian akademik semata, tetapi dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara.
Rektor juga menitipkan tujuh kunci yang diharapkan dapat menjadi pegangan para lulusan dalam menjalani kehidupan setelah meninggalkan bangku perguruan tinggi.
Tujuh pesan tersebut yakni bertaqwa, birrul walidain, banyak berdoa, bersedekah, memperluas ilmu, disiplin, dan menikmati proses.
Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak hanya diukur dari gelar yang disandang, tetapi juga dari karakter, integritas, kedisiplinan, serta kontribusinya di tengah masyarakat.
UNSIKA Terus Perkuat Kualitas Akademik
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNSIKA juga memaparkan sejumlah capaian dan program pengembangan universitas.
Saat ini UNSIKA memiliki 9 fakultas dengan 41 program studi, yang terdiri atas 3 program studi Diploma Tiga, 30 program studi Sarjana, 1 program profesi, dan 7 program studi Magister.
Dari sisi sumber daya manusia, UNSIKA memiliki 5 Guru Besar, 35 Lektor Kepala, 358 Lektor, 143 Asisten Ahli, serta 104 tenaga pengajar. Selain itu, terdapat 181 dosen berkualifikasi Doktor dan 465 dosen berkualifikasi Magister.
UNSIKA juga terus mendorong peningkatan kualifikasi akademik tenaga pendidik. Saat ini sebanyak 93 dosen sedang melanjutkan pendidikan ke jenjang Doktor, termasuk melalui perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Dari sisi mutu akademik, UNSIKA telah memiliki lima program studi berakreditasi unggul. Selain itu, sebanyak 24 program studi telah melakukan proses akreditasi internasional ACQUIN.
Universitas juga terus mempersiapkan peningkatan kualitas melalui rencana pengajuan akreditasi internasional bagi 19 program studi yang berada dalam rumpun sosial dan humaniora.
Seleksi Mahasiswa Baru dan Penguatan Infrastruktur
Pengembangan UNSIKA juga dilakukan melalui sistem penerimaan mahasiswa baru yang semakin beragam. UNSIKA membuka enam jalur penerimaan, yakni SNBP, SNBT, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, seleksi mandiri berbasis prestasi, serta SMMPTN Barat.
Melalui enam jalur tersebut, UNSIKA tercatat berhasil menyaring 4.023 mahasiswa baru dari 35.570 pendaftar.
Di bidang sarana dan prasarana, pengembangan dilakukan baik di Kampus I maupun Kampus II.
Di Kampus I, UNSIKA melakukan peningkatan akses jalan, penyediaan fasilitas ramah pejalan kaki, penataan lahan parkir, renovasi kantin, serta peningkatan fasilitas olahraga seperti lapangan basket, futsal, dan voli.
Sementara di Kampus II, pengembangan terus dilakukan sejak 2021. Sejumlah pembangunan mencakup gerbang utama kampus, gedung serbaguna, student center, gedung kuliah terpadu, hingga penyediaan kelas kabin sebagai solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan ruang pembelajaran seiring meningkatnya jumlah mahasiswa.
UNSIKA juga mengembangkan sistem informasi untuk memperkuat tata kelola akademik dan keuangan serta membangun fasilitas olahraga, termasuk lapangan sepak bola.
Perluas Jejaring Kerja Sama hingga Mancanegara
Dalam upaya memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing, UNSIKA juga memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.
Kerja sama dilakukan dengan dunia industri, perguruan tinggi, serta sejumlah lembaga pemerintah untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Di tingkat internasional, UNSIKA membangun jejaring dengan sejumlah universitas dan mitra di kawasan Asia, ASEAN, Eropa, Australia hingga Amerika Selatan.
Kerja sama tersebut mencakup perguruan tinggi di Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Tiongkok, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Portugal, Belanda, Spanyol, Australia, hingga Brasil.
UNSIKA juga menjalin kerja sama dengan Daito Construction Jepang, antara lain dalam pengembangan kelas pelatihan bagi mahasiswa, program magang, hingga peluang penyaluran tenaga kerja bagi alumni.
Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal Pengabdian
Wisuda Periode Agustus 2026 akhirnya tidak sekadar menjadi seremoni akademik, tetapi menjadi penanda dimulainya fase baru bagi 1.517 lulusan UNSIKA.
Gelar akademik yang diperoleh menjadi modal awal untuk memasuki dunia profesional, mengembangkan keilmuan, membangun usaha, maupun mengabdi kepada masyarakat.
Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, para lulusan dituntut mampu mengembangkan kompetensi sekaligus menjaga karakter dan integritas.
Pesan Rektor tentang bertaqwa, berbakti kepada orang tua, memperbanyak doa, bersedekah, memperluas ilmu, disiplin, serta menikmati proses menjadi pengingat bahwa perjalanan setelah wisuda masih panjang.
Bagi UNSIKA, keberhasilan wisuda bukan sekadar bertambahnya jumlah lulusan, melainkan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam melahirkan sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Karawang, Jawa Barat, dan Indonesia.
Atas nama seluruh pimpinan dan civitas akademika, UNSIKA menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan.
Selamat melangkah. Wisuda adalah akhir dari satu tahap pendidikan, tetapi sekaligus awal dari pengabdian dan perjalanan panjang untuk memberikan manfaat bagi sesama.
Ida Maryati (Suara Hati Rakyat)
Merah Putih 320 Meter Membentang! Jatirasa Barat Kobarkan Semangat Kemerdekaan RI ke-81
Suara Hati Rakyat.Karawang — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kental di lingkungan Jatirasa Barat RT 04/02, Kelurahan Karangpawitan. Warga secara kompak mengibarkan dan membentangkan bendera Merah Putih sepanjang kurang lebih 320 meter di sepanjang lingkungan sebagai bentuk kecintaan terhadap Tanah Air.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Paguyuban Ibu-Ibu yang diketuai Siti Kuraesin dan Rika, dengan dukungan penuh dari masyarakat RT 04. Persiapan hingga pemasangan bendera dilakukan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong.
Ketua RT 04, Jaja Rojali, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap kekompakan warga. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk sederhana namun penuh makna dalam mengisi kemerdekaan.
«“Saya sangat bangga melihat kekompakan warga RT 04. Bendera Merah Putih sepanjang 320 meter ini bukan hanya sekadar hiasan, tetapi merupakan simbol rasa cinta kita kepada Indonesia. Apa yang kami lakukan ini lahir dari kebersamaan dan gotong royong warga. Mudah-mudahan semangat seperti ini terus terjaga, bukan hanya saat HUT RI, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari,” ujar Jaja Rojali.»
Jaja menambahkan, semangat kemerdekaan harus terus ditanamkan kepada generasi muda dan seluruh masyarakat. Menurutnya, perjuangan mengisi kemerdekaan saat ini dapat diwujudkan melalui persatuan, kepedulian, serta menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Ketua RW 02, Aos Kosasih, memberikan apresiasi terhadap inisiatif warga RT 04. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme dan gotong royong masih sangat kuat di tengah masyarakat.
«“Kami dari RW 02 sangat mengapresiasi apa yang dilakukan warga RT 04. Ini kegiatan yang positif dan patut dicontoh. Ketika masyarakat bersatu dan bergotong royong, sesuatu yang besar bisa diwujudkan. Semoga kekompakan ini terus dipertahankan,” kata Aos Kosasih.»
Ketua Paguyuban Ibu-Ibu, Siti Kuraesin dan Rika, mengatakan bahwa kegiatan tersebut berawal dari keinginan bersama untuk menyambut HUT ke-81 RI dengan sesuatu yang dapat dirasakan dan dilihat langsung oleh seluruh warga.
«“Kami ingin memberikan warna dalam menyambut kemerdekaan. Bendera sepanjang 320 meter ini merupakan hasil kebersamaan. Dana yang digunakan juga berasal dari gotong royong warga RT 04. Semoga apa yang kami lakukan bisa menjadi bentuk rasa syukur dan kecintaan kami kepada Indonesia,” ujar Siti Kuraesin dan Rika.»
Seluruh dana kegiatan diperoleh melalui swadaya dan gotong royong warga RT 04. Tidak hanya menjadi simbol nasionalisme, kegiatan tersebut juga memperlihatkan kuatnya hubungan sosial dan semangat kebersamaan masyarakat Jatirasa Barat.
Bentangan Merah Putih sepanjang 320 meter tersebut kini menjadi pemandangan yang mencolok sekaligus penuh makna. Dari lingkungan kecil Jatirasa Barat, warga ingin menyampaikan pesan bahwa semangat kemerdekaan harus terus dikibarkan, persatuan harus terus dijaga, dan gotong royong harus tetap menjadi kekuatan masyarakat.
Dari Jatirasa Barat untuk Indonesia.
Merah Putih berkibar, persatuan tetap menyala!
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!
Ida Maryati
TNI DAN MASYARAKAT PERERAT KEBERSAMA.AN di MESJID BESAR PARUNGPONTENG_
JALIN SILATURAHMI DAN UKHUWAH SATGAS TMMD 129 KODIM 0612/TASIKMALAYA IKUT PENGAJIAN BULANAN BERSAMA WARGA PARUNGPONTENG
Tasik Malaya, 11 Agustus 2026_
Kegiatan TMMD ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembinaan rohani dan mental. Hal ini terlihat saat Satgas TMMD 129 bersama masyarakat : Kecamatan Parungponteng melaksanakan pengajian bulanan di Masjid Besar Parungponteng
Dalam kegiatan tersebut, tampak para anggota Satgas duduk bersila bersama warga, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk mengikuti tausiyah dan doa bersama. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai pengajian bulanan ini.
Keterlibatan Satgas dalam kegiatan keagamaan ini merupakan bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain membangun sarana fisik, Satgas juga ikut membangun karakter dan spiritual masyarakat.
Kami ingin hadir tidak hanya sebagai prajurit yang membangun, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Dengan mengikuti pengajian ini, silaturahmi dan kebersamaan kita semakin erat," ungkap salah satu anggota Satgas.
Diharapkan melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai agama dan kebersamaan dapat semakin menguat, sehingga program TMMD benar-benar memberikan manfaat lahir dan batin bagi warga parungponteng
Ida Maryati (Suara Hati Rakyat)
Suara Hati Rakyat - KARAWANG — Aula Makodim 0604/Karawang mendadak hangat pada Selasa pagi (11/8/2026). Di tengah kepulan aroma kopi nusantara, jajaran TNI bersanding akrab dengan puluhan jurnalis dari berbagai organisasi kewartawanan terkemuka di Kabupaten Karawang, mulai dari PWI, IJTI Purwasuka, MOI, IWO, IWO Indonesia, hingga SMSI.
Bukan sekadar ajang kumpul biasa, acara bertajuk Coffee Morning ini menjadi wadah strategis untuk mempererat kemitraan dan merajut sinergitas antara Kodim 0604/Karawang dengan insan pers se-Kabupaten Karawang. Di balik santainya obrolan pagi itu, tersimpan napas baru dari kepemimpinan sang komandan anyar yang sarat akan aksi nyata.
Ada alasan khusus mengapa pertemuan akbar dengan awak media ini baru terlaksana sekarang. Di hadapan para pewarta, Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Nanda Siswanto, S.Sos., memaparkan alasannya secara terbuka dengan penuh kehangatan.
Perwira menengah TNI AD ini memilih untuk merampungkan target-target kerjanya di lapangan terlebih dahulu sebelum akhirnya duduk bersama dengan para jurnalis.
"Momen ini sangat tepat karena besok tepat 100 hari masa kerja saya. Kami ingin terlebih dahulu merealisasikan kerja nyata di lapangan sebelum duduk bersama dengan rekan-rekan media," ujar Letkol Inf Nanda.
Dalam kurun waktu kurang dari 100 hari kepemimpinannya, Letkol Inf Nanda membuktikan komitmennya lewat deretan program yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak di Karawang: Menginisiasi renovasi panti asuhan serta menggenjot program ketahanan pangan secara masif di berbagai wilayah
Merealisasikan pembangunan fasilitas sumur bor air bersih dan akses jembatan baru yang krusial bagi mobilitas warga.
Menjawab keresahan publik atas maraknya aksi kejahatan jalanan.
"Sebelum menjabat, saya menerima banyak laporan terkait maraknya kasus begal di Karawang. Oleh karena itu, kami rutin menggelar patroli malam, khususnya pada malam Minggu secara acak di titik-titik yang dinilai rawan kriminalitas," tegasnya.
Patroli malam yang digelar secara acak ini terbukti efektif mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan sekaligus memberikan ketenangan bagi warga yang beraktivitas di malam hari.
Menutup rangkaian kegiatan Coffee Morning, Dandim 0604/Karawang menekankan pentingnya peran strategis media sebagai mitra utama dalam membangun opini publik yang positif, objektif, dan konstruktif.
Ia berharap kolaborasi antara TNI dan pers terus terjalin erat demi memastikan kehadiran negara dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas.
Sesi ramah tamah menandai akhir dari acara tersebut. Cangkir-cangkir kopi mungkin telah kosong, tetapi komitmen bersama antara Kodim 0604/Karawang dan insan pers justru semakin kuat terisi untuk terus mengawal kemajuan dan keamanan Kota Lumbung Padi tercinta.
Penulis Ida Maryati




















